Senin, 15 Mei 2006

103) Apakah para perempuan membeli rempah-rempah setelah hari Sabat (Markus 16:1) atau sebelum hari Sabat? (Lukas 23:55 -24:1)


103) Apakah para  perempuan membeli   rempah-rempah  setelah hari  Sabat (Markus 16:1) atau sebelum hari Sabat? (Lukas 23:55 -24:1) 
JAWAB : (Kategori : Salah memahami ayat dan konteks historis) 
Markus 16:1 
Setelah lewat  hari  Sabat,  Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta   Salome  membeli   rempah-rempah   untuk   pergi   ke   kubur   dan meminyaki Yesus.
Versus : 
Lukas 23:55 – 24:1
23:54 Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai. 
23:55 Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus   dari  Galilea,   ikut   serta   dan  mereka  melihat   kubur   itu   dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan. 
23:56a Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. 
23:56b  Dan   pada   hari   Sabat  mereka   beristirahat  menurut   hukum Taurat, 
24:1 tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. 

Dalam  beberapa   kisah   detail   tentang   kebangkitan  Yesus   di dalam  Injil,   terungkap   bahwa   ada   2   kelompok   perempuan   dalam perjalanan menuju kubur  batu dan berharap akan saling bertemu di sana.   Jelaslah bahwa  Maria  Magdalena  dan kelompoknya  membeli rempah-rempah setelah   Sabat,   seperti   yang   tertulis   dalam Markus 16:1. Sedangkan Yohana   dan   teman-temannya membeli   rempah-rempah   sebelum  hari   Sabat seperti   yang disebutkan   dalam Lukas 23:56.  Hanya  Lukas   yang   menceritakan   tentang   Yohana dan kelompoknya, menandakan Lukas hendak menekankan peran penting Yohana  dan  teman-temannya dalam kisah kebangkitan Yesus. Adadua hari Sabat dalam peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus. Dan diantara dua hari Sabat itu ada hari persiapan.  Jadi Sabat jatuh pada hari Kamis dan Sabtu, sedang persiapan adalah hari sebelumnya. Hari persiapan dalam Lukas adalah hari Jumat. Hari Kamis itu adalah hari Sabat Istimewa yang terjadi 49 minggu sekali atau disebut sabat ke-50.

Senin, 08 Mei 2006

102) Apakah tubuh Yesus dirempahi menurut tradisi Yahudi sebelum Ia dikuburkan atau para perempuan datang merempah-rempahi-Nya setelah Yesus dikuburkan?



102) Apakah   tubuh  Yesus   dirempahi  menurut   tradisi  Yahudi   sebelum  Ia dikuburkan   (Yohanes   19:39-40)   atau   para   perempuan   datang merempah-rempahi-Nya setelah Yesus dikuburkan (Markus 16:1)

JAWAB : (Kategori : ayat diartikan secara sempit)
Yohanes 19:38-42
19:38   Sesudah   itu  Yusuf   dari  Arimatea   --   ia  murid  Yesus,   tetapi sembunyi-sembunyi   karena   takut   kepada   orang-orang   Yahudi   -- meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus.  Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.
19:39 Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu  malam  kepada  Yesus.   Ia  membawa   campuran  minyak  mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.
19:40 Mereka mengambil  mayat  Yesus,  mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.
19:41 Dekat   tempat  di  mana Yesus disalibkan ada suatu  taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang.
19:42 Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ.
versus
Markus 16:1
Setelah lewat  hari  Sabat,  Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta   Salome  membeli   rempah-rempah   untuk   pergi   ke   kubur   dan meminyaki Yesus.
Yohanes 19:39-40 menyebutkan bahwa Yusuf dan Nikodemus datang  merempahi   tubuh  Yesus   dengan   50 kati  minyak  mur   dan mengkafani-Nya dengan kain lenan. Kita juga tahu dari penulis kitab Injil sinoptik bahwa setelah dirempah-rempahi, tubuh Yesus ditaruh di dalam sebuah kubur batu yang besar.  Meskipun kitab sinoptik tidak menyebutkan tentang merempahi tubuh Yesus pada saat Ia dikuburkan bukan   berarti   tubuh   Yesus   tidak   dirempah-rempahi.   Tidak   ada pertentangan dalam cerita ini.

Yesus mati sekitar jam 3 sore (Markus 15:34:37).  Yusuf dan Nikodemus   harus  mempersiapkan   proses   penguburan   secara   cepat sebelum hari Sabat (hari Kamis) mulai, mulai dari menghadap Pilatus untuk minta  izin penguburan,  menurunkan  jenazah Yesus,  membeli kain  lenan dan  rempah-rempah,  dan proses perempahan  itu sendiri, pengkafanan   hingga   kepada   persiapan  masuk   ke   kubur.  Dan   para wanita tahu semua proses pemakaman yang dilakukan terhadap Yesus (Matius 27:61):  Bacalah Matius 27:57-61.
Anda   tentu   berpikir   bahwa   Yusuf   dan   Nikodemus   hanya membungkus tubuh Yesus lalu menguburkannya ke dalam bukit batu.

Jikalau  Markus   16:1   diartikan   bahwa   para  Wanita   datang   dengan maksud   untuk  melakukan   proses   pemakaman,  maka  mereka   juga seharusnya   akan   mengkafani-Nya   kembali   dengan   kain   lenan, walaupun   ini   tidak   disebutkan.   Mereka   bukan   datang   untuk pemakaman.   Jadi,   lebih   benar   mengartikan   bahwa   mereka memberikan   rempah-rempah  sebagai  bentuk  penghormatan   terakhir kepada Guru mereka.



Senin, 01 Mei 2006

101) Apakah Perwira Kapernaum datang sendiri kepada Yesus dan meminta-Nya untuk menyembuhkan hambanya atau ia mengirimkan beberapa orang tua-tua Yahudi dan teman-temannya menghadap Yesus?


101) Apakah Perwira Kapernaum datang sendiri kepada Yesus dan meminta-Nya   untuk   menyembuhkan   hambanya   (Matius   8:5)   atau   ia mengirimkan   beberapa   orang   tua-tua  Yahudi   dan   teman-temannya menghadap Yesus? (Lukas 7:3-6) 
JAWAB   :   (Kategori   :   ayat   diartikan   secara   sempit   dan   salah memahami maksud penulis) 
Matius 8:5-10 
8:5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum,  datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: 
8:6 "Tuan,  hambaku  terbaring di  rumah karena sakit   lumpuh dan  ia sangat menderita." 
8:7 Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." 
versus  
Lukas 7:1-10 
2867:1 Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. 
7:2 Di   situ  ada   seorang  perwira  yang mempunyai   seorang hamba, yang sangat  dihargainya.  Hamba  itu sedang sakit  keras dan hampir mati. 
7:3   Ketika   perwira   itu   mendengar   tentang   Yesus,   ia   menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. 
7:4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong, 
7:5   sebab   ia  mengasihi   bangsa   kita   dan   dialah   yang  menanggung pembangunan rumah ibadat kami." 
7:6 Lalu Yesus pergi  bersama-sama dengan mereka.  Ketika Ia  tidak jauh   lagi   dari   rumah   perwira   itu,   perwira   itu  menyuruh   sahabat-sahabatnya   untuk   mengatakan   kepada-Nya:   "Tuan,   janganlah bersusah-susah,   sebab   aku   tidak   layak  menerima   Tuan   di   dalam rumahku;  
7:7 sebab  itu aku  juga menganggap diriku  tidak  layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. 
7:8 Sebab aku  sendiri   seorang bawahan,  dan di  bawahku ada pula prajurit.   Jika aku berkata kepada  salah  seorang prajurit   itu:  Pergi!, maka   ia pergi,  dan kepada  seorang  lagi:  Datang!,  maka   ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini! maka ia mengerjakannya." 
7:9 Setelah Yesus mendengar  perkataan  itu,   Ia heran akan dia,  dan sambil   berpaling   kepada   orang   banyak   yang   mengikuti   Dia,   Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku 
jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" 
7:10 Dan  setelah orang-orang yang disuruh  itu kembali  ke  rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali. 

Keadaan di atas bukanlah pertentangan, melainkan merupakan kesalahpahaman   terhadap   isi   cerita   dan   maksud   penulis.  Kepala perwira pada awalnya mengirimkan pesan kepada Yesus melalui tua-tua  Yahudi.  Dan  tentu  tidak menutup kemungkinan bahwa  ia  juga datang kepada Yesus setelah terjalin kontak dengan Yesus (dihubungi tua-tua   Yahudi).   Matius   menyebutkan   kepala   perwira   yang menghadap,   karena   memang   dia   yang   punya   urusan   (yang membutuhkan).  Dari  cerita-cerita  lainnya kita  tahu bahwa perbuatan seseorang yang disuruhkan untuk dikerjakan kepada orang lain adalah sebenarnya dilakukan melalui  dirinya.  Contoh paling  jelas kita  lihat dari baptisan yang dilakukan oleh murid-murid Yesus, tetapi Alkitab mengistilahkan bahwa Yesuslah yang membaptis : Yohanes 4:1-2 
4:1 Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes 
4:2  --  meskipun Yesus   sendiri   tidak membaptis,  melainkan murid-murid-Nya, --

Selasa, 25 April 2006

100) Apakah Perwira Kapernaum datang sendiri kepada Yesus dan meminta-Nya untuk menyembuhkan hambanya (Matius 8:5) atau ia mengirimkan beberapa orang menghadap Yesus? (Lukas 7:3-6)


100) Apakah Perwira Kapernaum datang sendiri kepada Yesus dan meminta-Nya untuk menyembuhkan hambanya (Matius 8:5) atau ia mengirimkan beberapa orang tua-tua Yahudi dan teman-temannya menghadap Yesus? (Lukas 7:3-6)  

JAWAB : (Kategori : ayat diartikan secara sempit dan salah memahami maksud penulis)  
Matius 8:5-10 
8:5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:  
8:6 "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."  
8:7 Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."  

versus  

Lukas 7:1-10  
7:1 Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.  
7:2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang  hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.  
7:3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.  
7:4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,  
7:5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."  
7:6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;  
7:7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. 
7:8 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini! maka ia mengerjakannya."  
7:9 Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"  
7:10 Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.  

Keadaan di atas bukanlah pertentangan, melainkan merupakan kesalahpahaman terhadap isi cerita dan maksud penulis. Kepala perwira pada awalnya mengirimkan pesan kepada Yesus melalui tua-tua Yahudi. Dan tentu tidak menutup kemungkinan bahwa ia juga datang kepada Yesus setelah terjalin kontak dengan Yesus (dihubungi tua-tua Yahudi).  Matius menyebutkan kepala perwira yang menghadap, karena memang dia yang  punya urusan (yang membutuhkan). 

Dari cerita-cerita lainnya kita tahu bahwa perbuatan seseorang yang disuruhkan untuk dikerjakan kepada orang lain adalah sebenarnya dilakukan melalui dirinya. Contoh paling jelas kita lihat dari baptisan yang dilakukan oleh murid-murid Yesus, tetapi Alkitab mengistilahkan bahwa Yesuslah yang membaptis : 
Yohanes 4:1-2  
4:1 Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes
4:2  --  meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, --

Selasa, 18 April 2006

99) Apakah Ucapan Yesus yang terakhir adalah, "Ya Bapa ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku" (Lukas 23:46), atau "Sudah selesai"? (Yohanes 19:30)


99) Apakah Ucapan Yesus yang  terakhir adalah, "Ya Bapa ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku" (Lukas 23:46), atau "Sudah selesai"? (Yohanes 19:30)  

JAWAB : (Kategori : Ayat-ayat diartikan secara sempit)  
Lukas 23:46  
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring:  "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya. 

Yohanes 19:30  
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia:  "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.  

"Apa ucapan Yesus yang terakhir sebelum Ia mati?" itulah inti pertanyaan Shabbir untuk mengiring kepada pertentangan.  Namun, pertanyaan yang berbeda dari dua pihak  saksi  pada saat kejadian, tergantung dimana posisi mereka berada saat itu. Tidak ada yang salah dalam hal ini, karena mereka menggambarkan kejadian dari perspektif yang berbeda. Lukas bukanlah saksi mata langsung dalam peristiwa ini, jadi ia mencatat kata-kata  saksi yang ada di  sana pada saat itu. 

Sedangkan Yohanes adalah saksi mata peristiwa itu. Apa yang mereka berdua tuliskan adalah momen-momen  yang terakhir dari Yesus sebelum wafat-Nya.  

Dalam keseluruhan ke-4 kitab Injil, ada tercantum 7 perkataan yang diucapkan Yesus selama Ia tergantung di kayu salib, yang diistilahkan "7 perkataan salib":  

Perkataan pertama - ucapan pengampunan Lukas 23:34  
Yesus berkata: 'Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.' Dan mereka membuang undi  untuk membagi pakaian-Nya.  

Perkataan kedua - ucapan keselamatan Lukas 23:43  
Kata Yesus kepadanya: 'Aku berkata  kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.'  

Perkataan ketiga - ucapan kasih Yohanes 19:26-27  
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: 'Ibu,  inilah, anakmu!' Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: 'Inilah ibumu!' Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.  

Perkataan keempat - ucapan penderitaan rohani Matius 27:46    279 
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring:  'Eli, Eli, lama sabakhtani?' Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?'  
Markus 15:34  
Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: 'Eloi, Eloi, lama sabakhtani?', yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?'  

Perkataan kelima - ucapan penderitaan jasmani Yohanes 19:28  
Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia-supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci-:'Aku haus!'  

Perkataan keenam - ucapan kemenangan Yohanes 19:30  
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: 'Sudah selesai.' Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.  

Perkataan ketujuh - ucapan penyerahan. Lukas 23:46  
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: 'Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.' Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.  

Perkataan pertama s/d ketiga diucapkan oleh Yesus Kristus antara jam 09:00 hingga tengah hari sekitar jam 12:00 kemudian gelap gulita selama tiga jam hingga jam 15:00 baru disusul empat perkataan terakhir. Perkataan salib ke 6 "Sudah selesai" dan ke 7 "Kuserahkan nyawa-Ku" adalah ucapan yang dicatat sebagai perkataan-perkataan yang paling akhir sesaat sebelumYesus menyerahkan nyawaNya.  

Jika Yesus mengatakan "sudah selesai" kemudian disusul "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku,  ataupun sebaliknya, maka sebenarnya kedua perkataan salib  yang terakhir ini justru merupakan sebuah  induk kalimat  dengan diikuti  anak kalimatnya. Dan pencatatan terhadap salah satu dari klausa kalimat itu (yang mana saja!) tetap akan terhisap sebagai ucapan Yesus yang terakhir.  

Dapat dikatakan, Lukas menuliskan kata terakhir Yesus yang ia anggap penting bagi kitabnya yang memang lebih menitikberatkan pada kemanusiaan Yesus yang menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa. Di sisi lain, Yohanes mengutip ucapan terakhir Yesus dengan melihat kepada penggenapan nubuat yang dilakukan Yesus, sehingga ia menuliskannya "sudah selesai". Dengan pemahaman ini, tidak ada pertentangan dalam ayat-ayat ini melainkan hanya perbedaan penekanan saja. 

Selasa, 11 April 2006

98) Apakah Yesus mengatakan "AllahKu, AllahKu mengapa Engkau meninggalkan Aku?" dalam bahasa Ibrani (Matius 27:46) atau dalam bahasa Aram? (Markus 15:34)


98) Apakah Yesus mengatakan "AllahKu, AllahKu mengapa Engkau meninggalkan Aku?" dalam bahasa Ibrani (Matius 27:46) atau dalam bahasa Aram? (Markus 15:34).  

JAWAB : (Kategori : Salah memahami penggunaan bahasa Ibrani)   
Matius 27:46  
"Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring:  'Eli, Eli, lama sabakhtani?  ' Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"   
TR Translit. : peri de tên ennatên hôran aneboêsen ho iêsous phônê megalê legôn êli êli lama sabachthani  tout estin thee mou thee mou inati me egkatelipes  

Markus 15:34  
Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?  
TR Translit, kai tê hôra tê ennatê eboêsen ho iêsous phônê megalê legôn elôi elôi lamma sabachthani ho estin methermêneuomenon ho theos mou ho theos mou eis ti me egkatelipes  

Mazmur 22:2  
"Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku."  
'ÊLÃŽ'ÊLÃŽ LÂMÂH 'AZAVTÂNÃŽ RÂKHÔQ MÃŽSYÛ'ÂTÃŽ DIVRÊY SYA'AGÂTÃŽ  

Pertanyaan apakah Yesus berbicara dalam bahasa Ibrani atau bahasa Aram di  atas kayu salib dapat dijawab. Sedangkan alasan mengapa Matius dan Markus mencatat dalam dialek yang berbeda mungkin karena setelah peristiwa terjadi, cara membicarakan peristiwa itu adalah dalam bahasa Aram, dan mungkin juga disebabkan oleh para penerima Injil itu sendiri. Tetapi, semua itu bukan masalah yang valid bagi Alkitab.  

Sebagian orang memperkirakan Markus 15:34 menggunakan bahasa Aram dalam  PB  : "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?". Tetapi sebagian lainnya meragukan Yesus berbicara dalam bahasa Aram, karena orang-orang di  sekitar situ mendengar Yesus seolah Yesus memanggil Elia (Matius 27:47 dan Markus 15:35-36).  

Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia." (Matius 27:47) 

Markus 15:35-36  
Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Lihat, Ia memanggil Elia." Maka datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata: "Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia."  

Dengan penjelasan semacam ini orang akan mengatakan bahwa Yesus berteriak "Eli, Eli" dan bukan "Eloi, Eloi", mengapa? Karena dalam bahasa Ibrani ELI, dapat berarti "ALLAH-KU", ataupun kependekan dari "ELIYAHU", yaitu ELIA. Tetapi dalam bahasa Aram, "Eloi" hanya dapat berarti "ALLAH-KU", sehingga tidak mungkin dikelirukan dengan Nabi Elia.  

Tampaknya Yesus berbicara dalam bahasa Ibrani, lalu mengapa tercatat juga kata-kata-Nya dalam bahasa Aram? Perlu diketahui bahwa Yesus tinggal dalam kelompok masyarakat multibahasa. Ia amat mungkin dapat berbicara bahasa Yunani (Bahasa Internasional waktu itu, kaum pedagang, cendekiawan dan kaum pendatang), Bahasa Aram (bahasa yang digunakan oleh masyarakat Timur Dekat) dan  bahasa Ibrani (bahasa liturgis/bahasa pengajaran agama Yahudi). Bahasa Ibrani dan bahasa Aram adalah bahasa yang serumpun (bahasa Semit). Jika kedua bahasa ini sama-sama muncul dalam  kitab-kitab Injil, maka hal ini tidaklah mengherankan. Tidak menjadi masalah bagi orang Kristen jika salah satu penulis kitab Injil menggunakan bahasa Ibrani sedangkan yang lainnya menggunakan bahasa Aram yang amat mirip dengan bahasa Ibrani itu. Alasan perbedaan kedua bahasa itu, mungkin disebabkan karena ketika mengingat dan mendiskusikan kisah tentang kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus, mereka mempercakapkannya dalam bahasa Aram. Jadi itu dituliskannya dalam bahasa Aram.  

Selasa, 04 April 2006

97) Apakah Kepala Pasukan mengatakan bahwa Yesus adalah orang benar atau Yesus adalah Anak Allah?

97) Apakah kepala pasukan mengatakan bahwa Yesus adalah orang benar (Lukas 23:47) atau Yesus adalah Anak Allah? (Matius 27:54, Markus 15:39)

JAWAB : (Kategori : ayat diartikan secara sempit)
Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: "Sungguh, orang ini adalah orang benar!" (Lukas 23:47)

Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!" (Markus 15:39)

Pertanyaan di  atas berkaitan dengan pernyataan kepala pasukan pada saat Yesus mati di kayu salib, didasarkan pada dua ayat dalam Markus 15:39 dan Lukas 23:47. Namun seperti yang sebelum-sebelumnya, kedua ayat di  atas bukan merupakan  pertentangan melainkan pernyataan yang saling melengkapi.  

Matius 27:54 dan Markus 15:39 sama-sama setuju bahwa kepala pasukan menyatakan bahwa Yesus adalah "Anak Allah!" Tetapi Lukas 23:47 menyebutkan bahwa kepala pasukan itu mengatakan Yesus adalah "orang benar". Apakah teramat sulit dipercaya jika kepala pasukan itu mengatakan kedua-duanya? (Bahkan ada lagi ucapannya yang mungkin tidak dicatat). Pola tersebut sering terjadi dalam kesaksian kitab-kitab Injil, karena tidak satupun kitab  Injil menyatakan bahwa ucapan kepala pasukan pada salah satu ayat di atas merupakan keseluruhan ucapannya. Oleh karena itu jangan berpikiran sempit atas apa yang dikatakan oleh kepala pasukan terhadap Yesus.

Matius dan Markus lebih tertarik menuliskan pernyataan sang kepala pasukan tentang ketuhanan Yesus, di sisi lain Lukas lebih meniliknya dari segi kemanusiaan Yesus. Karena itulah, ia menangkap pernyataan kepala pasukan seperti yang tertulis dalam kitabnya.

Rabu, 29 Maret 2006

96) Ketika Yesus berdoa untuk kedua kalinya, apakah kata-kata-Nya tetap sama (Markus 14:39) atau berbeda? (Matius 26:42)

96) Ketika Yesus berdoa untuk kedua kalinya, apakah kata-kata-Nya tetap sama (Markus 14:39) atau berbeda? (Matius 26:42)

JAWAB : (Kategori : Memaksakan pengertian sendiri)
Matius 26: 39, 42, 44
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
26:42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"
26:44 Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.

Markus 14:36, 39, 41
14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki." 14:39 Lalu Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga.
14:41 Kemudian Ia kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah. Saatnya sudah tiba, lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.

Kontradiksi semu di atas antara Matius 26:36-46 dengan Markus 14:32-42, khususnya ayat dalam Matius 26:42 dan Markus 14:39, yang sebenarnya tidak terdapat pertentangan sedikitpun. "Apa yang disebutkan dalam doa Yesus yang kedua kali di Taman Getsemani?" Shabbir memegang teguh perkataan Markus bahwa "kata-kata dalam doanya yang kedua sama dengan yang pertama" (Markus 14:39). Tetapi marilah kita melihat bersama apa yang dikatakan Markus tentang doa kedua ini dalam Markus 14:39 "Lalu Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga". Tidak satupun dalam ayat ini menyebutkan bahwa Yesus menyebutkan "kata-kata yang persis" dalam doanya seperti doa sebelumnya, tetapi maksud Markus mengatakan "mengucapkan doa yang itu juga" adalah dalam arti inti doa seperti yang disebutkan oleh Matius. (Bila bukan inti doa yang dimaksudkan, tentu doa Yesus ini amat singkat dan tidak akan mengambil satu jam, lihat Matius 26:40). Jika dibandingkan kedua doa yang dinaikkan Yesus di taman Getsemani dalam Kitab Matius 26:39, 43, dapat kita lihat bahwa pada dasarnya maksud kedua doa ini sama, walaupun tidak menggunakan kata-kata yang sama persis. Di ayat Matius 26:44, Matius mengatakan bahwa Yesus "berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga". Jadi, jika menurut Pendebat Shabbir Ally, dua doa yang pertama berbeda, lalu doa Yesus yang ketiga sama dengan doa yang mana?

Janganlah hanya memahami doa Yesus dari kata-kata harfiah ala formula doa Islam yang sebenarnya tidak demikian dilakukan Yesus. Mungkin Anda berpikir bahwa doa di atas merupakan bentuk doa yang tetap diulang-ulang setiap hari, seperti yang dilakukan oleh umat Islam. Tetapi sebenarnya doa itu adalah curahan dari hati yang "diungkapkan" oleh Yesus karena tekanan dan situasi yang amat pekat yang akan dihadapi-Nya, yaitu siksa salib. Suasana doa semacam itu dicetuskan dalam ikatan kasih yang tidak terbayangkan antara Yesus dengan Bapa-Nya yang mengalahkan bentuk-bentuk ikatan aksara yang harfiah yang 'diharuskan' oleh Shabbir.

Rabu, 22 Maret 2006

95) Yesus 3 kali bolak-balik berdoa atau satu kali dari tempat murid-murid-Nya?

95) Apakah Yesus tiga kali bolak-balik untuk berdoa (Matius 26:36-46; Markus 14:32-42) atau satu kali (Lukas 22:39-46) dari tempat murid-murid-Nya?

JAWAB : (Kategori : ayat diartikan dengan pemikiran sempit)

Matius 26:36-46
26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."
26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
26:42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"
26:43 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat.
26:44 Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
26:45 Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.
26:46 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat."

Markus 14:32-42
14:32 Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku berdoa."
14:33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar, 14:34 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."
14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."
14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?
14:38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."
14:39 Lalu Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga.
14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya.
14:41 Kemudian Ia kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah. Saatnya sudah tiba, lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.
14:42 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat."

Versus :
Lukas 22:39-46
22:39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.
22:40 Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."
22:41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:
22:42 "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."
22:43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.
22:45 Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.
22:46 Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

Berapa kali Yesus meninggalkan murid-murid-Nya untuk berdoa sendirian di Taman Getsemani pada malam Ia ditangkap? Matius 26:36-46 dan Markus 14:32-42, menggambarkan 3 kali. Sedangkan Lukas 22:39-46 menggambarkannya hanya satu kali. Sesungguhnya tidak ada kontradiksi dalam pernyataan di atas jika Anda menyadari bahwa kalimat di atas saling melengkapi ketika dilaporkan oleh 3 orang yang berbeda dengan gaya dan fokus yang berbeda.

Perhatikan bahwa Lukas sama sekali tidak menyebutkan bahwa Yesus tidak meninggalkan murid-murid-Nya 3 kali dan berdoa. Meskipun tidak menyebut 3 kali, bukan berarti Yesus tidak melakukan hal tersebut. Lukas, dalam hal ini tidak menganggap keadaan tersebut perlu untuk ditulis dalam kitabnya, dan dia hanya memfokuskan pada Yesus yang berdoa saja.

Jadi, Yesus 3 kali bolak-balik berdoa dari tempat murid-murid-Nya.

Minggu, 12 Maret 2006

94) Yesus Berdoa atau Tidak Berdoa kepada Bapa supaya diselamatkan dari Penyaliban?

94) Apakah Yesus berdoa kepada Bapa-Nya supaya diselamatkan dari penyaliban (Matius 26:39, Markus 14:36; Lukas 22:42) atau tidak berdoa untuk itu? (Yohanes 12:27)

JAWAB : (Kategori : salah membaca ayat)
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39) Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki." (Markus 14:36) "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42)
Versus :
Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!" (Yohanes 12:27-28)

Pertentangan di atas mempertanyakan, "Apakah Yesus berdoa kepada bapa-Nya agar mencegah diri-Nya dari penyaliban?". Seperti yang diperlihatkan Markus 26:39; Markus 14:36 dan Lukas 22:42, sementara Yohanes 12:27 mengesankan Yesus tidak seperti itu kepada Bapa-Nya? Usaha mempertentangkan cerita di atas tampaknya sia-sia saja. Matius 26:39, Markus 14:36 dan Lukas 22:42 menceritakan kisah yang sama yang terjadi di taman Getsemani sebelum Yesus ditangkap. Dalam seluruh cerita ini tidak ada satu katapun yang menyatakan Yesus meminta agar penyaliban itu dicegah, melainkan untuk mengekspresikan kengerian-Nya atas penderitaan yang akan ia alami pada saat Ia diadili, dianiaya, dipukul, dicambuk, sendirian ditinggalkan orang lain dan bahkan pengalaman yang paling menakutkan adalah, keterpisahan-Nya dengan Allah nanti di atas kayu Salib. Peristiwa penderitaan salib itu sendiri akan berlangsung beberapa jam setelahnya. Tetapi yang terpenting dalam kondisi seperti itu, Yesus tetap minta kehendak Bapa-Nya untuk diwujudkan, karena menyadari bahwa inilah klimaksnya bahwa Ia akan disalibkan, mati dan dibangkitkan dalam misi penebusan dosa bagi umat manusia di dunia.

Yohanes 12:27 menuliskan hal ini dari situasi yang berbeda, sebelum saat dan kejadian penderitaan Salib itu berlangsung. Dikatakan bahwa Yesus berbicara kepada orang banyak pada Perayaan Paskah di Bait Allah di Yerusalem (bahkan sebelum pertemuan / perjamuan makan malam yang terakhir di ruang atas). Dalam kesempatan ini Yesus mengatakan sesuatu hampir serupa dengan kalimat di atas, yaitu bukan meminta agar penyaliban dicegah: "Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. Bapa, muliakanlah nama-Mu!". Kembali di sini diberitahukan perasaan-Nya dalam menghadapi siksa salib, bukan pernyataan yang menunjukkan bahwa Yesus hendak meminta pembatalan peristiwa penyaliban. Maka, tidak ada kontradiksi.