Senin, 28 Maret 2011

Misteri Satu Hari yang Hilang

Bapak Harold Hill adalah presiden direktur dari perusahaan Curtis Engine, di Baltimore Maryland. Perusahaan beliau adalah bergerak di bidang pendidikan ke-antariksaan dan percobaan-percobaan yang berhubungan dengan semua masalah tata surya dan alam semesta.

Salah satu penemuan mereka yang dapat saya katakan menakjubkan adalah ketika mereka melakukan percobaan di Green Belt, Maryland. Percobaan mereka adalah men-cek kebenaran perhitungan manusia dalam sistem penanggalan yang dipakai sekarang ini, men-cek keabsahan dari posisi matahari, bulan, dan planet-planet di tata surya untuk jangka waktu 100 dan 1000 tahun ke belakang dari sekarang.

Sebenarnya inti utama dari percobaan mereka adalah agar mengetahui semua pergerakan alam semesta untuk masa yang akan datang, sehingga jika mereka akan mengorbitkan satelit, maka satelit tersebut akan diletakkan / di orbitkan pada posisi yang hampir tidak mungkin bertabrakkan dengan benda asing di alam semesta. Karena mereka berpikir bahwa sebuah satelit yang memakan biaya jutaan dollar Amerika, alangkah sayangnya jika sewaktu-waktu ditabrak misalnya oleh meteor atau komet.


Selasa, 01 Januari 2008

Menjawab Kontradiksi Alkitab Perjanjian Lama

Alkitab adalah Firman Tuhan. Seluruh isi Alkitab adalah kebenaran baik dalam hal ajaran maupun  data-data  yang   lain.   Kita  percaya   Tuhan  mampu   memelihara   Firman-Nya   tanpa salah   sedikitpun.  Kita   percaya   bahwa   Alkitab   adalah   Firman   Tuhan   yang   Sempurna (Perfect  Word-Mazmur   119:140)   dari  Tuhan  yang   Sempurna   (a   Perfect  God-Titus   1:2) dan   diberikan   kepada   manusia   dengan   Cara   yang   Sempurna   (a   Perfect   Manner-2   Pet 1:21,   2   Tim  3:16)   serta   dipelihara   Tuhan  dalam  bentuk  yang   Sempurna  (Perfect  Form-Mazmur 12:6-7).

Jika   saat   ini   ada   beberapa   ralat   atau   catatan   khusus   pada   Alkitab   tertentu   misalnya kesalahan   cetak,   perbedaan   terjemahan   dan   lain-lain,   maka   itu   adalah   hal   yang   wajar terjadi   dalam   proses   penerjemahan,   penyalinan,   percetakan   yang   dikerjakan   manusia sepenuhnya.   Begitu   banyak   Naskah   Salinan   Alkitab,   dari   ribuan   hingga   puluhan   ribu jumlahnya. Naskah salinan ini disalin dari Naskah asli Alkitab yang sudah rusak dimakan waktu. Semua orang Kristen percaya Naskah  Asli Alkitab tanpa  salah  sedikitpun. Dalam Naskah   salinan   yang   jumlahnya   ribuan   hingga   puluhan   ribu,   memang   tampak   adanya perbedaan-perbedaan   di   sana   sini.   Lalu,   pertanyaannya   mana  naskah   salinan   yang   bisa dipercaya tanpa salah dan sama dengan naskah asli? Saya dan Para Teolog sebagian besar percaya   bahwa   Naskah   Salinan   yang   TANPA   SALAH   SEDIKITPUN   dan   SAMA DENGAN   NASKAH   ASLI   ALKITAB   adalah   Naskah   salinan   Teks   Masoretik (Masoretic   Text=MT)  untuk  Perjanjian   Lama  dan  Naskah   salinan   Textus  Receptus  (TR) untuk Perjanjian Baru. Mengapa demikian? Untuk hal ini sudah cukup banyak buku-buku yang   menulis  mengapa   MT  dan   TR  yang   diterima  dan   diyakini   tanpa   salah   sedikitpun.

Beberapa   Terjemahan   Alkitab   yang   mengacu   pada   Naskah   salinan   MT   dan   TR   yaitu Alkitab   berbahasa   Inggris   King  James   Version   (KJV),   New   KJV   (NKJV),  KJ21  (King James abad 21) atau KJ2000, Modern KJV (MKJV), Literal Translation Version (LITV), juga Alkitab Indonesia Kitab Suci Indonesian Literal Translation (KS-ILT).

Sebagian   Teolog   berpendapat   perbedaan-perbedaan   dalam   naskah   salinan   dapat dimaklumi   karena   teknologi   belum   secanggih   sekarang,   dan   ada   faktor   human   error. Bagi   mereka,   Ajaran   Alkitab   tidak   mungkin   salah   membawa   manusia   pada   konsep pengenalan   Allah   dan   keselamatan   yang   benar   (infallible).   Dan   selanjutnya   kita   juga harus yakin   bahwa  naskah  asli  Alkitab  tidak   salah sama  sekali, kemungkinan   salah yang disebut   di   atas   hanya   terjadi   pada   salinan   dan   terjemahan   Alkitab   yang   berikutnya (inerransi).   Kristen   Fundamental   percaya   Tuhan  memelihara   Naskah   MT  dan   TR  tanpa kesalahansedikitpun,sehinggakitahari inibisa punyaAlkitabyang100% tanpa salah.

Inerransi  adalah  keyakinan   bahwa  Alkitab  dan  hanya   Alkitab  secara   keseluruhan  yakni Perjanjian   Lama  dan  Perjanjian   Baru  adalah  Firman  Tuhan  yang  tertulis   dan  tanpa   salah pada naskah aslinya.  Konsep ini didasarkan pada keyakinan bahwa Allah yang benar dan berkuasa   mampu   menyatakan   kehendak-Nya   dengan   benar   dan   sempurna.   Allah  adalah kebenaran, Dia tidak mungkin berdusta dan keliru dalam memimpin para penulis Alkitab (Ibrani   6:18,   II   Tim   2:13).   Jadi   Inerransi   bukan   merupakan   hasil   penyelidikan   empiris karena   telah   menemukan   naskah   asli   Alkitab   lalu   menyelidiki   dan   membuktikan   tidak ada   kesalahan   di   dalamnya.   Naskah   asli   Alkitab   sekarang   sudah   tidak   ada   --karena dimakan   usia,   yang   ada   hanya  salinan-salinan   dari  naskah   Asli  Alkitab--   sehingga   tidak mungkin  membuktikan   inerransi   demikian   pula   pandangan   yang   menentangnya   melalui pembuktian empiris.

Para penulis Alkitab  menuliskan kebenaran  melalui  pengamatan  hal-hal  yang  dilihat  dan didengar   secara   akurat   khususnya   yang   tetap   dapat   berlaku   bagi   orang-orang   pada zamannya   maupun  para   pembacanya   di   kemudian   hari.   Seseorang   tidak   boleh   meneliti Alkitab   dengan   standard   kebenaran   yang   berbeda   dengan   standard   yang   dipakai   pada waktu   penulisan.   Standard   berbeda   ini   harus   diperhitungkan   khususnya   dalam  meneliti tulisan   mengenai   deskripsi   alam   yang   fenomenal,   data   ilmu   pengetahuan   yang   tidak akurat, pemakaian bahasa hiperbol, pembulatan  angka, kronologis tulisan masing-masing kitab   sesuai   tujuan   penulisan,   penggunaan   kutipan   bebas   dan   lain-lain.   Alkitab   bukan buku   teks   ilmiah   yang   bertujuan   memberi   data-data   ilmiah   dan   sejarah   tetapi   bila   di dalamnya   ada   pernyataan-pernyataan   ilmu   pengetahuan   dan   sejarah,   pernyataan-pernyataan tersebut adalah benar, tidak palsu.

Para   penulis   Alkitab   menuliskan   ”kebenaran”   dengan   pengertian   bahwa   mereka menyampaikan   sebagaimana   adanya   sesuai   pengamatan.   Yang   disebut   ’salah’   adalah menulis   sesuatu   yang   tidak   sebagaimana   adanya.   Menuliskan   kebenaran   tidak   selalu berarti   tepat   secara   teknis   dalam   setiap   kata   dan   definisi   sesuai   standard   ilmu pengetahuan   atau   bahasa   modern.   Sebagai   contoh   tulisan   mengenai   jumlah   tentara   & penduduk   dalam  Alkitab  seringkali   dibulatkan  karena  penulis  memang   tidak   bermaksud menuliskan   laporan   sejarah   yang   akurat.   Demikian   pula   pemakaian   kutipan   seringkali didasarkan pada ingatan dan tidak mengutip secara hurufiah tiap kata sama persis. Hal ini wajar   dilakukan   karena   penulis   mengutip   untuk   kepentingan   pengajaran   tertentu   dan bukan   sedang   menulis   skripsi.   Alkitab   harus   dimengerti   sesuai   konteks   waktu   itu   dan tujuan   penulisannya.   Hal  utama   dalam   Alkitab  adalah   makna  teologisnya   dibandingkanketepatanteknissetiapkatadan data.

Keyakinan   tentang   Inerransi   adalah   keyakinan   terhadap   pribadi   Allah   yang   tidak mungkin  keliru  dan  mampu   menyampaikan   Firman-Nya   dengan  tepat   sekalipun   melalui manusia   yang   terbatas.   Isi   Alkitab  adalah   perkataan   Allah  sendiri   sehingga   isinya   dapat diandalkan dan memiliki otoritas. Keyakinan Inerransi sangat penting bagi kita yang saat ini   hanya   memiliki   terjemahan   dari   salinan-salinan   naskah   asli   Alkitab   yang   tetap berfungsi   dan   memiliki   otoritas.   Melalui   kritik   teks   salinan-salinan   naskah   Alkitab tersebut dipandang dapat merefleksikan naskah aslinya.  Tuhan Yesus dan para rasul pada zamannya   juga   memakai   salinan   naskah   Alkitab   Perjanjian   Lama   dan   mereka memperlakukannya   sebagai   perkataan   Allah   sendiri   (Matius   1:22;   19:4;   24:15,   Markus 12:26,36, Lukas 20:42).

Sulit   untuk   menempatkan   Alkitab  sebagai   standard   kebenaran   dan   sumber   otoritas   atasiman & kehidupan kita, jika kita menganggap di dalamnya terdapat kesalahan-kesalahan. Jika dalam  hal data-data  konkrit Alkitab bisa  salah, bagaimana bisa menjamin kebenaran dalam hal-hal yang abstrak (doktrin).

“Kontradiksi”  Alkitab   dan   bagian   Alkitab   yang   sulit   dipahami bukanlah   hal   yang   baru   bagi   para   Apologet   (Pembela   iman)   Kristen maupun   bagi   pengkritik   Kekristenan   dari   kaum   non-Kristen   dan atheis.   Alkitab  dari  dulu  memang   selalu   terus-menerus   diserang.  Dan apapun yang dikatakan kontradiksi tersebut sebenarnya sudah dijawab (1 Petrus 3:15):

Tetapi kuduskanlah Kristus  di dalam hatimu  sebagai  Tuhan! Dan siap sedialah   pada   segala   waktu   untuk   memberi   pertanggungan   jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab  dari kamu tentang   pengharapan  yang   ada  padamu,  tetapi   haruslah  dengan  lemah lembut dan hormat.

Sebagai   anak   Tuhan,   kewajiban   kita   untuk   menjelaskannya,   dengan lemah   lembut,   bukankah   dengan   demikian   Injil   tetap   diberitakan walaupun   dengan   maksud   jahat,   marilah   kita   tetap   bersukacita. Menurut pendapat salah satu pakar Alkitab Josh McDowell :  "Alkitabdapat dipercaya dan memiliki kejujuran secara historis".

Rasul Paulus pernah menyatakan hal ini dalam:

Filipi 1:15
Ada   orang   yang   memberitakan   Kristus   karena   dengki   dan perselisihan,  tetapi   ada  pula  yang   memberitakan-Nya   dengan  maksud baik.

Filipi1:18
Tetapi  tidak   mengapa,  sebab  bagaimanapun   juga,  Kristus  diberitakan, baik  dengan  maksud  palsu  maupun  dengan  jujur.  Tentang  hal  itu   aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita.

Kita   percaya   bahwa   Alkitab   adalah   Firman   Tuhan   yang   Sempurna (Perfect   Word-Mazmur   119:140)   dari   Tuhan   yang   Sempurna   (a Perfect   God-Titus   1:2)   dan   diberikan   kepada   manusia   dengan   Cara yang   Sempurna   (a   Perfect   Manner-2   Pet   1:21,   2   Tim   3:16)   serta
dipelihara   Tuhan   dalam   bentuk   yang   Sempurna   (Perfect   Form-Mazmur 12:6-7).

Dalam   buku   ini   ada   111   pertanyaan   terhadap   “kontradiksi”   Alkitab Perjanjian   Lama.   Ada   17   pertanyaan   yang   penulis   gabung   menjadi beberapa   pertanyaan   saja,   seperti   bisa   dilihat   pada   nomor   43-47. Kontradiksi pada bagian ini bisa dibuat menjadi 17 pertanyaan, namun tidak   penulis   lakukan,   karena   jawabannya   sama   untuk   17   pertanyaan tersebut.   Jadi,   jika   mau   ditotal,   buku   ini   lebih   kurang   memuat   128 pertanyaan.

Dalam buku  ini, semua ayat  Alkitab berbahasa Indonesia diambil  dari Alkitab  terbitan   LAI  (Lembaga  Alkitab  Indonesia)   Terjemahan  Baru, kecuali   disebutkan   lain,   maka   akan   ada   keterangan   tambahan   versi Alkitab bahasa Indonesia selain LAI yang penulis kutip.

Untuk   diketahui  Septuaginta  adalah   Kitab   Suci   Perjanjian   Lama dalam bahasa Ibrani yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani.

Jumat, 28 September 2007

157) Benarkah Korban Tebusan Kristus bagi semua orang termasuk Orang Fasik?

157) Bagaimana mungkin korban tebusan Kristus yang diberikan bagi semua manusia (Markus 10:45; 1 Timotius 2:5-6), adalah juga merupakan korban tebusan bagi orang fasik? (Amsal 21:18) 

JAWAB : (Kategori : Salah memahami cara Tuhan bekerja dalam historis)
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Markus 10:45)
1 Timotius 2:5-6
2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
2:6 yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.
Orang fasik dipakai sebagai tebusan bagi orang benar, dan pengkhianat sebagai ganti orang jujur. (Amsal 21:18)
Pertentangan ini mempertanyakan "Siapa yang menjadi korban tebusan dan untuk siapa". Shabbir menggunakan ayat dalam Markus 10:45 dan 1 Timotius 2:5-6 untuk menunjukkan bahwa Yesus telah menjadi tebusan bagi semua orang. Lalu ayat ini dibandingkan dengan Amsal 21:18 yang menyebutkan "Orang fasik dipakai sebagai tebusan bagi orang benar, dan pengkhianat sebagai ganti orang jujur".

Jumat, 21 September 2007

156) Yesus Dilahirkan Zaman Raja Herodes atau Zaman Kaisar Agustus?

156) MATIUS 2:1-8 VS LUKAS 2:1-20.
Dalam Matius TERTULIS, "Yesus dilahirkan pada zaman raja Herodes", TETAPI dalam Lukas, "Yesus dilahirkan pada zaman Kaisar Agustus (sesudah zaman Herodes), yakni ketika diadakan sensus penduduk di Yudea".

JAWAB : (Salah memahami konteks historis)
 
Kedua-duanya benar, Yesus dilahirkan pada zaman Kaisar Romawi yang bernama Agustus memerintah dari 27 sM (sebelum Masehi) sampai 14 SM (Sesudah Masehi). Sedangkan Herodes (Agung) adalah raja atas seluruh tanah Palestina yang memerintah 37 sM sampai 4 sM. Jadi dalam kurun waktu pemerintahan Agustus dan Herodes Agung itulah Yesus lahir kira-kira tahun 4 sM (sebelum Masehi). 

Jadi Yesus lahir pada masa pemerintahan kedua orang itu. Setelah Herodes Agung meninggal, anaknya yang bernama Arkhelaus memerintah atas Yudea dan Samaria, namun ia dipecat dari jabatannya sehingga daerah kekuasaannya dimasukkan langsung ke dalam Kerajaan Romawi (Matius 2:22). Jadi tidak ada kontradiksi karena Kaisar Agustus dan Herodes Agung pernah hidup dalam kurun waktu yang sama. (Baca Kamus Alkitab LAI pada kata "Herodes")

Jumat, 14 September 2007

155) Dibenarkan karena Melakukan Hukum Taurat atau bukan?

155) ROMA 2:13 VS GALATIA 2:16 (didukung 2 KORINTUS 12:16).
Ketika menulis surat kepada orang-orang Roma, Paulus berkata, "...tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan". TETAPI sebaliknya, ketika menulis surat kepada orang-orang Galatia, Paulus mengatakan, "...tidak seorangpun dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat...". Dan yang paling konyol adalah ketika Paulus menulis surat yang kedua kepada orang-orang Korintus, ia mengatakan dengan sejujurnya, "...dalam kelicikanku, aku telah menjerat kamu dengan tipu daya" (al. KJV).

JAWAB : Kitab Roma 2:12-15

2:12 Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat.
2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.
2:14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.
2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Galatia 2:16
Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorang pun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.

Jumat, 07 September 2007

154) Benarkah Yesus Keturunan Abraham?


154) GALATIA 3:16 VS GALATIA 3:29. 
Dalam Galatia 3:16 Paulus berkata, "Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya...hanya satu orang...yaitu Kristus". TETAPI dalam Galatia 3:29 Paulus berkata yang sebaliknya, "Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham...". Garis keturunan dalam Kristen benar-benar ditekankan untuk membentuk iman Kristen. Padahal, apakah Yesus keturunan Abraham? Perdebatan yang tak kunjung usai. Yesus, adalah manusia yang tidak memiliki silsilah! 

JAWAB: 
Yesus adalah benar keturunan Abraham karena dia dilahirkan dari Maria yang adalah keturunan dari Abraham (baca silsilah Yesus menurut garis Maria di Lukas 3:23-38, perhatikan ayat 23 dan 34). Tentang silsilah Yesus keturunan Abraham, baca jawaban pertanyaan no 1-5
Orang Kristen adalah keturunan Abraham secara arti rohani bukan Jasmani karena genealogi, tetapi karena ditinjau dari iman kepada Kristus (Galatia 3:16). Ingat Abraham adalah bapa orang beriman. Orang Kristen adalah orang yang beriman kepada Kristus. Jadi tidak ada kontradiksi.

Jumat, 31 Agustus 2007

153) Benarkah Ajaran Paulus tentang Sunat bertentangan dengan Ajaran Yesus?

153) GALATIA 5:1-6 VS LUKAS 2:21.
Dalam Galatia, Paulus berkata, "...jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu...Kamu lepas dari Kristus...Sebab...hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti...", TETAPI dalam Lukas, "ketika genap delapan hari, Yesus disunat". Bagaimana Paulus mengajarkan sesuatu tentang Yesus tetapi justru bertentangan dengan pokok ajaran Yesus sendiri yaitu menegakkan hukum Taurat?

JAWAB :
Sunat itu wajib bagi bangsa Israel, Alkitab tidak menulis bahwa Yesus tidak membatalkan sunat melainkan Yesus tidak meniadakan Taurat. Meniadakan tidak sama artinya dengan membatalkan. Yesus memang disunat karena Dia adalah bangsa Yahudi secara daging, sedangkan Kisah Para Rasul 15:1-2 bukanlah ajaran para rasul melainkan hasutan sebagian kalangan Yahudi agar orang Kristen non-Yahudi juga harus disunat.

Praktek sunat yang sudah lebih dahulu terdapat di antara bangsa-bangsa lain, dipakai untuk menandakan orang dimasukkan ke dalam perjanjian Abraham. Artinya yang berlangsung telah diketahui dari fungsinya pada waktu ditetapkan. Perjanjian-perjanjian itu diteguhkan dengan sumpah; kutuk sumpah itu ditunjukkan di dalam upacara-upacara simbolis. Suatu kutuk yang lazim ialah pemotongan (penyerahan) orang yang ditaklukkan untuk dibinasakan dan peniadaan nama dari benihnya. Yang menyertai tindakan ini adalah suatu upacara dengan pisau yang melambangkan orang yang tidak memenuhi perjanjian akan dipotong-potong. Demikianlah sunat adalah suatu upacara pisau yang dengannya perjanjian Abraham dipotong.

Selasa, 28 Agustus 2007

152) Benarkah Melkisedek adalah Theofani dari Yesus Kristus?

152) IBRANI 7:3 VS TRITUNGGAL.
Dalam Ibrani, Paulus berkata, "Ia (Melkisedek) tidak berbapak, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya". Jika kita terjemahkan pernyataan Paulus tersebut--yang ditujukan kepada orang-orang Ibrani--, maka akan didapat persamaan, Melkisedek = Anak Allah = Yesus. Oleh karena Yesus = Allah = Roh Kudus, maka Melkisedek = Yesus = Allah = Roh Kudus = Caturtunggal atau Tritunggal plus Melkisedek. Sayangnya, tak seorang Kristen pun yang menuhankan Melkisedek padahal notabene sejajar/sederajat dengan Yesus.

JAWAB :
ALKITAB LAI TB Ibrani 7:3
Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. ALKITAB LAI BIS
Mengenai Melkisedek ini tidak ada keterangan di mana pun bahwa ia mempunyai bapak atau ibu atau nenek moyang; tidak ada juga keterangan tentang kelahirannya, ataupun kematiannya. Ia sama seperti Anak Allah; ia adalah imam yang abadi. NASB Without father, without mother, without genealogy, having neither beginning of days nor end of life, but made like the Son of God, he remains a priest perpetually.
NIV Without father or mother, without genealogy, without beginning of days or end of life, like the Son of God he remains a priest forever.

Melkisedek adalah Tipologi dari Yesus Kristus namun ia sendiri bukanlah Yesus Kristus atau Allah Anak dalam bentuk Theofani. Melkisedek adalah Imam dan Raja Salem, Yesus Kristus adalah Nabi, Imam dan Raja. Mengenai Melkisedek, Ibrani mengatakan bahwa tidak ada keterangan mengenai silsilah ayah dan ibunya. Tidak ada catatan tentang silsilah Melkisedek.

Jumat, 17 Agustus 2007

151) Berapa Lamakah Yesus mati di kubur-Nya?


151)  Matius 12:40 dan Matius 28:1; Markus 16:2; Lukas 24:1; Yohanes 20:1 Berapa lamakah Yesus mati di kubur-Nya?
JAWAB:
Tiga hari dan tiga malam
(Matius 12:40) - "Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam."
Kurang dari tiga hari dan tiga malam
(Matius 28:1) - "Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu."
(Markus 16:2) - "Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur."
(Lukas 24:1) - "tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka."
(Yohanes 20:1) - "Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur."
Pada penanggalan Yahudi, satu hari diukur mulai dari terbenamnya matahari hingga terbenamnya matahari keesokan harinya. Jika Yesus berada di kubur selama 3 x 24 jam, maka Ia tidak mungkin telah bangkit pada hari yang ketiga karena hari yang ketiga belumlah komplit 24 jam. Ia harus bangkit pada hari keempat supaya genap masa 3 x 24 jam, kalau tidak maka tidak masuk akal mengatakan bahwa Ia dikubur tiga hari tiga malam tetapi bangkit pada hari yang ketiga. Jadi, apa yang telah terjadi?

Sabtu, 11 Agustus 2007

150) Apa yang dilakukan Yesus setelah bertemu Yohanes Pembaptis?


150) Markus 1:7-13; Yohanes 1:27-40 Apa yang dilakukan Yesus setelah bertemu Yohanes Pembaptis?  
JAWAB: 
Setelah pembaptisan-Nya, Yesus tinggal sebentar bersama murid-murid-Nya lalu pergi ke padang gurun. Catatan Rasul Yohanes mengenai pembaptisan Yesus bukanlah suatu sorotan yang kronologis. Melainkan, ia memusatkan perhatiannya pada aspek misi Kristus. Rasul Yohanes berfokus pada isu pembaptisan, penugasan (permulaan kerja) Kristus dan berkat dari Bapa. Markus hanya menuliskan bahwa Yesus pergi ke padang gurun setelah pembaptisan-Nya. Tiap catatan baik Markus maupun Yohanes adalah mengenai hal yang sama, tetapi masing-masing menyoroti masalah ini dengan cara yang sangat berbeda dan memilih informasi yang berbeda seputar kejadian tersebut. Markus sangatlah ringkas dan menyebutkan lebih banyak kejadian daripada Yohanes. Tidak terjadi kontradiksi di sini karena tidak terdapat konflik antara catatan Yohanes dan Markus. 

Markus 1:7-13
Yohanes 1:27-40
7 Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.
 8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."
27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak."
28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.
     
29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. 
31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."
 9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.
      
32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."
35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.
36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
37 Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. 
10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.
11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." 
      
12 Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.
13  Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.
38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"
39 Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.
40 Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.