Selasa, 28 Februari 2006

93) Yesus disalibkan Siang hari Setelah atau Sebelum Perjamuan Paskah?

93) Apakah Yesus disalibkan pada siang hari setelah perjamuan Paskah (Markus 14:12-17) atau pada siang hari sebelum perjamuan Paskah? (Yohanes 13:1,30,39; 18:28)

JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks historis)

Markus 14:12-17
14:12 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya: "Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
14:13 Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia
14:14 dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku?
14:15 Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!" 14:16 Maka berangkatlah kedua murid itu dan setibanya di kota, didapati mereka semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah.
14:17 Setelah hari malam, datanglah Yesus bersama-sama dengan kedua belas murid itu.

Versus :
Yohanes 13:1, 29-30
13:1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
13:29 Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.
13:30 Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Paskah. (Yohanes 18:28)

Yesus disalibkan pada siang hari sebelum Paskah. Alasan Markus seolah-olah mengatakan bahwa peristiwa penyaliban itu terjadi setelah jamuan Paskah, hanyalah merupakan masalah budaya dan kontekstualisasinya. Bukti kuat dalam Kitab Injil adalah bahwa Yesus mati pada saat menjelang malam Paskah, ketika perjamuan Paskah akan disantap setelah matahari terbenam. Sebelum kita tuntaskan masalah ini, harap diperhatikan bahwa Markus 14 telah menjelaskan bahwa Yesus tidak makan perjamuan Paskah bersama murid-murid-Nya.

Lukas 22:1 menyebutkan sebagai "Hari Raya Roti Tidak Beragi" (Ibrani, "KHAG HAMATSOT") yang disebutnya juga sebagai "Paskah" (Ibrani, "PESAKH"). Lukas 22:1 Hari raya Roti Tidak Beragi, yang disebut Paskah, sudah dekat. Interlinear, êggizen {mendekat} de {adapun} hê heortê {perayaan} tôn azumôn {roti tidak beragi} hê {yang} legomenê {disebut} pascha {paskah} Seperti namanya, hari raya Roti tidak beragi ini diselenggarakan dengan memakan roti tidak beragi. Ini adalah perintah yang ditaati sampai saat ini untuk jamuan Paskah, Karena Allah memerintahkannya dengan amat jelas : Peringatan Paskah dan larangan makan roti yang beragi:

Keluaran 12:1-20
12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:
12:15 Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertama pun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel.
12:17 Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun-temurun; itulah suatu ketetapan untuk selamanya.
12:18 Dalam bulan pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu pada waktu petang, kamu makanlah roti yang tidak beragi, sampai kepada hari yang kedua puluh satu bulan itu, pada waktu petang.
12:19 Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia orang asing, baik ia orang asli.
12:20 Sesuatu apa pun yang beragi tidak boleh kamu makan; kamu makanlah roti yang tidak beragi di segala tempat kediamanmu."

Ditegaskan kembali pada :
Imamat 23:5 Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.
Hebrew Translit Interlinear, BAKHODESY {pada bulan} HARI'SYON {pertama itu} BE'ARBA'AH {pada empat} 'ASAR {sepuluh} LAKHODESY {kepada bulan} BEYN {antara} HA'ARBAYIM {petang} PESAKH {Paskah} LAYHOVAH {bagi TUHAN}

Tanggal 14 Nisan pada waktu senja Kalangan Yudaisme menamakan hari itu sebagai 'EREV PESAKH. Pada saat ini orang Israel sudah tidak makan roti beragi. Tanggal 15 Nisan mereka merayakan PESAKH. Perayaan ini ini dikenal juga dengan nama KHAG HAMATSOT (Hari Raya Roti Tidak Beragi, 15 Nisan).

Imamat 23:6
Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.
Hebrew Translit Interlinear, UVAKHAMISYAH {dan pada lima} 'ASAR {sepuluh} YOM {hari} LAKHODESY {kepada bulan} HAZEH {itu} KHAG {hari raya} HAMATSOT {roti tidak beragi itu} LAYHOVAH {bagi TUHAN} SYIV'AT {tujuh} YAMIM {hari} MATSOT {roti tidak beragi} TO'KHELU {engkau harus makan}

Markus 14:12 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya: "Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" TR Translit Interlinear, kai {adapun} tê prôtê {pertama} hêmera {pada hari} tôn {dari} azumôn {Roti tidak beragi} hote {ketika} to pascha {domba Paskah} ethuon {mereka merayakan/ mereka mentembelih} legousin {berkata} autô {kepada Dia} hoi mathêtai {murid-murid} autou {Nya} pou {kemana} theleis {Engkau menghendaki} apelthontes {pergi} etoimasômen {kami menyiapkan} hina {supaya} phagês {Engkau makan} to {itu} pascha {domba Paskah} Kata Yunani untuk "Roti Tidak Beragi" adalah "azumos". Kata inilah yang digunakan oleh Markus dalam "Hari Raya Roti Tidak Beragi". Sedangkan kata Yunani untuk roti biasa (beragi) adalah "artos".

Seluruh penulis kitab Injil termasuk Markus, menulis yang sama, bahwa saat itu merupakan perjamuan terakhir Yesus dengan murid-murid-Nya memakan "artos" (roti biasa beragi): Markus 14:22 Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Ambillah, inilah tubuh-Ku."
TR Translit Interlinear, kai {lalu} esthiontôn {ketika sedang makan} autôn {mereka} labôn {setelah mengambil} ho iêsous {Yesus} arton {roti (roti biasa beragi)} eulogêsas {mengucap syukur/ pujian} eklasen {Ia membelah} kai {lalu} edôken {memberikan} autois {kepada mereka} kai {dan} eipen {berkata} labete {ambilah} phagete {makanlah} touto estin {inilah} to sôma {tubuh} mou {Ku} Oleh karena itu, perjamuan makan malam itu walaupun sebuah "perjamuan Paskah", namun itu bukan perjamuan paskah dengan Roti Tidak Beragi, sebab itu hanya dapat dimulai pada waktu petang 14 Nisan saat Yesus Kristus ada di kayu Salib. Dengan demikian terjadinya "perjamuan terakhir" dalam yang diceritakan dalam Markus 14:22 adalah sebelum tanggal 14 Nisan. Hal tersebut ditujukan dengan adanya penggunaan kata yang berbeda pada pasal yang sama. Karena untuk Paskah, tidak mungkin mereka akan memakan sesuatu yang telah dilarang oleh Allah melalui Hukum Musa (yaitu memakan "artos" – roti biasa beragi), dan tidak memakan sesuatu yang diperintahkan untuk dimakan (yaitu roti tidak beragi - "azumos").

Jikalau begitu, apa maksud Markus 14:12-17? Pertama, kita baca, "ada tradisi pada waktu itu untuk menyembelih domba Paskah". Perjamuan Paskah harus dilaksanakan pada hari ke-14 pada bulan Nisan. Tetapi, ternyata ada perbedaan pendapat dalam hal menentukan hari itu, karena mereka menggunakan sistem kalendar yang berbeda untuk menghitung hari-hari Raya. Tampaknya, perbedaan tradisi ini terus berlanjut sampai dengan masa kehidupan Yesus. Jadi, memang sebagian orang sudah bisa mulai menjalankan tradisi mereka dengan mengorbankan domba Paskah pada hari itu, sementara sebagian orang lainnya menganggap bahwa Paskah baru akan dirayakan esok malamnya. Perbedaan kebiasaan ini disebabkan karena hari Yahudi dimulai puluh 18:00 petang sedangkan hari Romawi mulai pada jam 24:00 tengah malam. Kedua, murid-murid-Nya bertanya kepada Yesus, "Ke tempat mana Engkau menghendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagiMu?". Mereka tidak menyangka bahwa malam itu Yesus akan segera menyerahkan nyawa-Nya untuk menebus dosa manusia di dunia seperti domba Paskah dalam Keluaran pasal 12, yang dikorbankan untuk menyelamatkan orang Israel dari murka Allah terhadap orang mesir.

Yesus sesungguhnya telah menjelaskannya kepada murid-murid-Nya, namun mereka tidak dapat memahami pengorbanan ini karena berbagai alasan, termasuk ketika Yesus dielu-elukan oleh orang-orang Israel sebagai Mesias (Raja Penyelamat, bukan korban), yang masih terus "bergema di telinga mereka". Yesus tidak menyatakan bahwa Ia akan makan Perjamuan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Yesus sangat ingin, tetapi Ia tahu hari-Nya tidak sampai untuk melakukannya. Tidak ada peluang bagi satu dogma pun yang dapat menyatakan bahwa perjamuan Paskah tersebut dipinjam dan disiapkan. Tetapi yang pasti, orang-orang Yahudi, karena telah diatur dalam Kitab Keluaran 12, mempersiapkan rumah mereka untuk Hari Raya Roti Tidak Beragi (Ibrani, "KHAG HAMATSOT").

Ketiga, dalam beberapa cara, Kitab Injil menceritakan tentang Perjamuan Terakhir, dalam bentuk penggenapan karya Yesus, seperti misalnya dalam Lukas pasal 22 yang menuliskan kerinduan Yesus untuk makan Perjamuan paskah "ini" bersama dengan murid-murid-Nya. Lalu apakah Lukas mengatakan bahwa saat itu adalah perjamuan Paskah? Tidak! Mengapa? Antara lain karena penggunaan yang sama untuk kata "artos" (roti biasa beragi) dan bukan "azumos" (roti tidak beragi). Yesus memang menjadikan makan malam terakhir ini sebagai sejenis santapan Paskah (tidak dalam arti sebenarnya, melainkan simboliknya) karena Ia hendak bersekutu secara khusus dengan murid-murid-Nya, menyadari akhirnya Ia harus masuk ke dalam penderitaan beberapa jam setelah itu.

Yesus juga ingin menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa Paskah itu berbicara tentang diri-Nya, yaitu bahwa Ia adalah korban yang memberikan PB yang telah Allah janjikan ( Yeremia 31:31-33, Ibrani 7:27) seperti domba yang disembelih 1500 tahun sebelumnya untuk menyelamatkan orang-orang Israel dari Murka Allah di tanah Mesir. Dalam perjamuan tersebut, Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai "Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia" seperti yang dikatakan Yohanes Pembaptis (Yohanes 1:29). Yesus ingin menyantap jamuan Paskah bersama murid-murid-Nya, karenanya Ia mengatakan : Lukas 22:16 22:15 Kata-Nya kepada mereka: "Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. 22:16 Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah." 22:17 Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: "Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu. 22:18 Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang." 22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." TR Translit, kai labôn arton eucharistêsas eklasen kai edôken autois legôn touto estin to sôma mou to uper humôn didomenon touto poieite eis tên emên anamnêsin Perhatikan ayat 16, Yesus mengatakan "Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah". Dan kegenapan itu adalah kematianNya, "Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus" (1 Korintus 5:7).

Kemudian, perhatikan ayat 19, sama seperti Markus, Lukas juga menulis roti yang dimakan adalah roti biasa (yang beragi) yaitu "artos" dan bukan "azumos" yang sedianya dimakan pada jamuan Paskah dalam EREV PESAKH tanggal 14 Nisan, maupun pada jamuan "KHAG HAMATSOT" pada 15 Nisan maupun 7 hari setelahnya. Maka, jelas tidak ada pertentangan. Yesus mati sebelum orang-orang Yahudi merayakan PASKAH dan memakan jamuan PASKAH.

Kamis, 16 Februari 2006

92) Matius atau Lewi, pria yang Yesus lihat sedang duduk di rumah Cukai?

92) Apakah pria yang Yesus lihat sedang duduk di rumah cukai, yang kemudian dipanggil menjadi murid-Nya itu bernama Matius (Matius 9:9) ataukah Lewi? (Markus 2:14; Lukas 5:27)

JAWAB : (Kategori : Salah memahami konteks historis)

Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. (Matius 9:9)

Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. (Markus 2:14) Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" (Lukas 5:27) Jawaban di atas persis sama dengan pertanyaan sebelumnya, dimana semua ayat-ayat yang ditampilkan sama-sama benar.

Matius dan Lewi adalah orang yang sama. Dia adalah salah satu murid Yesus. Matius adalah nama Yunaninya dan Lewi adalah nama Ibraninya. Sebagai pemungut cukai, Matius bekerja pada orang Romawi yang berbicara bahasa Latin & Yunani. Ia mengumpulkan pajak dari orang Yahudi yang berbicara bahasa Ibrani/Aram. Sebagai contoh lain, kita bisa melihat bahwa Petrus juga sering dipanggil Simon atau Kefas (Matius 16:16)

Adalah menarik mengetahui Shabbir Ally juga melakukan kebiasaan semacam ini. Dalam persiapan perdebatan di Birmingham, Inggris, pada bulan Februari 1998, ia tanpa merasa bersalah menggunakan nama samaran (Abdul Abu Saffiyah, yang artinya Abdul, ayah dari Saffiyah, nama anak perempuannya) untuk mengelabui lawan debatnya, yaitu Jay Smith. Dengan menyembunyikan identitasnya itu, ia menolak persiapan yang telah dipersiapkan oleh Pak Smith. Jadi, sementara dia boleh bermain dengan nama ganda, kini ia menuduhnya sebagai kontradiksi ketika berhadapan dengan ganda yang terjadi pada orang-orang di daerah Yudea/Palestina abad pertama Masehi. Padahal praktek di zaman itu, mereka dapat menggunakan hal itu secara legal dan tidak mencurangi siapapun. Adalah absah menggunakan nama alternatif secara jujur.

Selasa, 07 Februari 2006

91) Apakah murid Yesus yang kesepuluh dari duabelas orang murid-murid-Nya bernama Tadeus ataukah Yudas anak Yakobus?

91) Apakah murid Yesus yang kesepuluh dari duabelas orang murid-murid-Nya bernama Tadeus (Matius 10:1-4; Markus 3:13-19) ataukah Yudas anak Yakobus (Lukas 6:12-16)?

JAWAB : (Kategori : Salah memahami konteks historis)

Matius 10:1-4
10:1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
10:2 Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
10:3 Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,
10:4 Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Markus 3:13-19
3:16 Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, 3:17 Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,
3:18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,
3:19 dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

Lukas 6:13-16
6:13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
6:14 Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
6:15 Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
6:16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Ketiga ayat di atas sama-sama benar. Pada masa itu sudah biasa bagi orang-orang Yahudi menggunakan lebih dari satu nama. Misalnya Simon atau Kefas, dipanggil juga Petrus (Markus 3:16); dan Saulus yang juga dipanggil Paulus (Kisah 13:9); Matius yang juga dipanggil Lewi (Matius 9:9 and Markus 2:14; Lukas 5:27) dan lain-lain. Tak ada bukti pemakaian nama tunggal secara eksklusif sampai diganti dengan nama lain. Kedua nama mereka dapat tetap digunakan secara bergantian.

Selasa, 31 Januari 2006

90) Siapakah yang ingin membunuh Yohanes Pembaptis? Herodes (Matius 14:5) ataukah Herodias? (Markus 6:20)

90) Siapakah yang ingin membunuh Yohanes Pembaptis? Herodes (Matius 14:5) ataukah Herodias? (Markus 6:20)

JAWAB : (Kategori : Salah memahami maksud penulis)

Bacalah Matius 14:1-11 dan Markus 6:14-29 Kontradiksi semu di atas menunjuk pada perkiraan, "Apakah Herodes ingin membunuh Yohanes Pembaptis, atau tidak?"

Pendebat Shabbir Ally menggunakan Matius 14:5 sebagai ayat pendukung untuk membuktikan Herodes berniat membunuh Yohanes, Sedangkan Markus 6:20 membuktikan bahwa Herodes tidak ingin membunuhnya. Padahal cerita pada kedua kitab di atas saling melengkapi. Jika kita membaca keseluruhan kisah pada Matius 14:1-11 dan Markus 6:14-29, maka sejauh yang kita baca didalamnya tidak terdapat pertentangan apapun. Pada kedua Kitab di atas, kita baca bahwa Herodes memerintahkan untuk memenjarakan Yohanes Pembaptis atas desakan dan pengaruh istrinya, Herodias.

Jadi jelas, pengaruh itulah yang menjadi faktor penting atas dipenggalnya kepala Yohanes Pembaptis. Markus menuliskan cerita ini lebih mendetail dibandingkan dengan Kitab Matius yang ditulis belakangan. Karena itu Matius tidak mau membuang-buang waktu dengan menceritakan hal-hal yang sudah diketahui sebelumnya melalui kitab Markus. Hal lainnya yang perlu diperhatikan juga, Markus tidak mengatakan dalam kitabnya, bahwa Herodes tidak mau membunuh Yohanes Pembaptis, tetapi disebutkan bahwa Herodes menyimpan ketakutan kepadanya, karena Yohanes Pembaptis adalah orang benar dan suci, dan ditambahkan lagi oleh Matius, karena Yohanes mempunyai pengaruh besar di antara banyak orang. Dengan demikian, tidak ada kontradiksi, Matius dan Markus saling melengkapi kisah Yohanes yang dihukum mati dengan cara dipenggal.

Sabtu, 28 Januari 2006

89) Apa Tulisan di Kayu Salib, Mengapa berlainan?

89) Tulisan apa yang sebenarnya terdapat di atas salib Yesus, karena Matius 27:37, Markus 15:26, Lukas 22:38 dan Yohanes 19:18, semuanya menuliskannya secara berlainan?

JAWAB : (Kategori : salah membaca ayat)
Matius 27:37 Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: "Inilah Yesus Raja orang Yahudi."

Markus 15:26
Dan alasan mengapa Ia dihukum disebut pada tulisan yang terpasang di situ: "Raja orang Yahudi".

Lukas 23:38 Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi".

Yohanes 19:18 Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."

Pertentangan semu di atas timbul dari pertanyaan, "Apa sebenarnya yang tertulis diatas kayu salib?" karena ayat-ayat di dalam Matius 27:37, Markus 15:26, Lukas 22:38 dan Yohanes 19:18, semuanya menuliskannya secara berlainan tentang tulisan di atas kayu salib. Tetapi hal ini sebenarnya dapat dengan mudah dipahami jika kita membaca ayat Yohanes 19:20, demikian : ‖Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.‖

Adalah menarik bahwa Pilatus, yang menuliskan teks tersebut, dan bisa saja tulisan tersebut adalah berbagai bahasa yang dikuasai oleh Pilatus. Tetapi, inti tuduhan yang dikenakan kepada Yesus untuk apa Ia disalibkan adalah tuduhan bahwa Yesus mengklaim diri-Nya sebagai "Raja orang Yahudi". Keempat Injil sepakat demikian dalam tulisannya masing-masing. Dan harus kita mengerti penulisan dari berbagai bahasa itu tidak harus sama kata-per-kata dalam suatu kalimatnya. Kalimat dalam bahasa Latin, Yunani dan Ibrani bisa berlainan strukturnya walaupun menceritakan kasus yang sama.

Dalam hal ini seorang penulis Injil bisa saja menuliskannya dari rujukan kata Ibrani yang kemudian ia tuliskan dalam Injil bahasa Yunani. Jika kita tidak mengerti kunci tuduhan ini, mungkin kita akan terjebak ke dalam sebuah pertentangan, namun, kenyataannya tidak demikian.

Tulisan di atas kayu salib Kristus ditulis dalam 4 bahasa yang berbeda: Yunani, Ibrani, Aram (Aramik), dan Latin. Kita dapat melihat hal ini ketika membaca Lukas 23:38 dan Yohanes 19:20. Lukas 23:38 jelas-jelas menyatakan bahwa tulisan itu tertulis dalam bahasa Yunani, Latin, dan Ibrani. Dalam Yohanes kata untuk "Ibrani" diterjemahkan dari hebraisti. Menurut Gleason Archer: "Yohanes 19:20 memakai format kata keterangan dari Hebraisti, yang mana di dalam Injil tidaklah berarti "dalam Bahasa Ibrani" melainkan berarti: dalam salah satu dialek Ibrani yaitu Aramik.

Kita tahu akan hal ini karena kata Hebraisti juga dipakai pada beberapa bagian lain, seperti dalam Yohanes 5:2; 19:13,17; 20:16, kata tersebut dituliskan dalam bentuk Aramik, lalu diterjemahkan ke dalam huruf Yunani,"1

1 "John 19:20 uses for this the adverbial form Hebraisti, which in gospel usage did not mean "in Hebrew" but in the Jewish dialect of Aramaic. We know this because wherever Hebraisti is used elsewhere, as in John 5:2; 19:13,17; 20:16, the word is given in its Aramaic form, transcribed into Greek letters," (Encyclopedia of Bible Difficulties, page 346).

Minggu, 08 Januari 2006

88) Apakah semua isi Kitab Suci bermanfaat (2 Timotius 3:16) atau Tidak? (Ibrani 7:18)

88) Apakah semua isi Kitab Suci bermanfaat (2 Timotius 3:16) atau Tidak? (Ibrani 7:18)

JAWAB : (Kategori : Salah memahami cara Tuhan bekerja dalam sejarah)

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)

7:18 Memang suatu hukum yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, kalau hukum itu tidak mempunyai kekuatan dan karena itu tidak berguna,
7:19-sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan- tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah. (Ibrani 7:18-19)

Tuduhan kontradiksi telah dikenakan kepada Alkitab yang mengatakan bahwa seluruh isi Kitab Suci bermanfaat; sementara ayat lain menyebutkan bahwa hukum sebelumnya adalah tidak kuat dan tidak berguna. Permasalahan disini adalah masalah kontekstual tentang PL dan PB, yang berkembang karena kurang memahami apa yang dijanjikan Tuhan waktu berfirman kepada para Nabi. Kami merasa perlu untuk menjelaskan hal-hal ini yang melatarbelakangi ucapan ini kepada para pembaca yang awam terhadap Alkitab, sehingga dapat lebih memahami maksudnya. Sebagai ilustrasi, kami akan merujukkan pertanyaan di atas dengan Pertanyaan "Allah menyesal atau tidak", yang menunjukkan betapa kaya dan dalam arti dari sejumlah kata-kata bahasa asli Alkitab tentang kata "NÂKHAM" yang bermakna sedih, berduka, menyesal, dll. Firman Allah berasal daripada-Nya saja, dan tentu bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran, seperti yang tertulis dalam 2 Timotius 3:16. Ini merupakan pernyataan umum yang menunjuk kepada semua perkara yang datangnya dari Allah.

Ibrani 7 secara khusus berbicara mengenai Hukum yang berlaku bagi sebuah masyarakat pada suatu masa yang spesifik dan terbatas, tentang sistem pengorbanan Kemah Musa, kemudian dalam Bait Suci (Bait Allah) di Yerusalem. Allah meneguhkan dalam suatu Kontrak atau Perjanjian dengan umat-Nya yaitu Israel, sebuah sistem dimana mereka diharuskan untuk mempersembahkan korban, binatang yang disembelih, agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka; khususnya apa yang Allah sebut sebagai "korban karena dosa" dan "korban kesalahan" dalam Kitab Imamat pasal 4-6.

Konsep substitusi "korban yang mati dengan darah tercurah sebagai pengganti" ini adalah hal yang asing bagi Islam, namun hal ini adalah hal yang mendasar dalam ibadah Yahudi dan Kristen.

Penebusan dosa harus dilakukan. Dosa harus dihukum. Hukum Allah yang kudus dan adil adalah "upah dosa adalah maut" (Roma 6:23, Kejadian 2:17). Harga upah itu harus dibayar! Ada yang harus mati untuk membayar harga itu. Dan tidak ada pengampunan dosa tanpa adanya cucuran darah (yang melambangkan maut itu), karena Allah menuntut keadilan mutlak. Bila Allah hanya mengampuni dengan menutup mata saja terhadap dosa, mata itu tidak-adil sama sekali. Minta pengampunan saja tidak akan cukup harganya untuk membayar "upah dosa", melainkan tetap harus dibayar dengan nyawa/kematian, yang dilambangkan dalam sebuah korban (binatang), yaitu berupa korban penebusan.

Sistem penebusan dosa "dengan darah" seperti ini diutarakan dalam PL sebanyak 79 kali! Dimana darah binatang yang menjadi korban penebusan sementara (yang harus dilakukan berulang kali terus-menerus), yang kelak akan digantikan secara permanen dengan "darah Anak Domba" sebagai Perjanjian Baru dari Allah. Yaitu darah Yesus Kristus untuk penebusan dosa manusia, sekali dan selamanya. Maka Allah berfirman : Yeremia 31:31-33 31:31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan Perjanjian Baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,

31:32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; (keterangan : Ketika Allah pertama kali mengadakan Perjanjian kepada bangsa Israel di Gunung Sinai setelah diselamatkan dari kejaran bangsa Mesir) perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.
31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Perjanjian Baru ini akan membayar harga satu kali untuk selama-lamanya dosa-dosa manusia : Ibrani 7:27 yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban.

Maka korban yang telah dilaksanakan oleh Yesus Kristus, bukan seperti PL yang mengharuskan pembayaran berulang-ulang dari domba atau binatang lain. Allah berfiman pula dalam Perjanjian Lama mengenai Mesias, Juruselamat yang akan melakukan penebusan dosa tersebut (dalam PB). Seorang Mesias yang bukan berasal dari Imamat Lewi, tetapi seorang yang sempurna yang berasal dari suku Yehuda yang akan menjadi Imam Besar. Orang yang sempurna itu adalah Mesias, akan menjadi korban pengganti itu, dan yang akan membayar sekaligus harga sepenuhnya, sehingga Dialah Sang Imam Besar itu (Imam Mahdi) namun tidak dari garis keturunan Lewi sebagaimana dalam Tradisi Yahudi turun temurun, tetapi berdasarkan kesempurnaan-Nya sendiri.

Orang-orang yang percaya dan beriman kepada Sang Mesias ini, menerima bayaran penebusan dari hukuman dosanya, maka Allah akan menuliskan hukum Taurat dalam hati dan pikiran mereka, dan Allah dapat menyalurkan belas kasihan-Nya sepenuhnya kepada orang-orang yang percaya, karena tuntutan keadilan-Nya ("upah dosa adalah maut") telah dipenuhi oleh Yesus Kristus sebagai korban sembelihan di atas kayu salib. Oleh sebab itu semua orang yang percaya kepada-Nya, kini dapat menghampiri Allah, karena Allah ingin memiliki hubungan intim dengan ciptaan-Nya (Kejadian 3:8-11), tetapi hanya dosalah yang menghalangi itu terjadi.

Kalau membaca seluruh kitab PL dengan teliti, hal ini dapat dimengerti. Semua isi Alkitab memang berguna, termasuk semua penjelasan tentang sistem korban sembelihan. Namun, Allah juga berjanji untuk membuat Perjanjian Baru dengan umat-Nya yaitu bahwa korban hewan yang kurang sempurna akan diganti dengan korban sempurna yang membawa keselamatan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya :

Galatia 3:19-25
3:19 Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran -- sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu -- dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.
3:20 Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu.
3:21 Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat.

3:22 Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.
3:23 Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.
3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.
3:25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.

Baca juga Ibrani 9:11-28. Banyak ayat-ayat dalam Alkitab yang menggambarkan Sang Mesias yang datang dengan membawa PB. Dalam hal ini, Allah menjadikan Yesus "sebagai korban penebusan dosa" dan dikatakan :
Yesaya 53:4-5
53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Dan bacalah pasal 53 ini seluruhnya.
Anda dapat saja membayar harga dosa-dosa Anda – harganya adalah maut yang kekal. Dengan kata lain, Anda akan mati debagai bayaran atas dosa-dosa Anda dan masuk ke api jahanam neraka yang kekal. Atau, akrena kasih Allah, Anda dapat meminta Sang Mesias untuk membayarkan harga tersebut sebagai pengganti bagi Anda. Inilah yang akan membuat Anda berdamai dengan Allah. Allah akan mengizinkan Anda masuk Surga yang kekal karena keadilan-Nya sudah dipuaskan. Yohanes Pembaptis telah berseru ketika ia melihat Yesus Sang Mesias : Yohanes 1:29
"Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Melalui korban kematian-Nya, sistem pengorbanan lama yang mengorbankan binatang secara terus-menerus menjadi tidak berlaku karena sudah digenapi. Rasul Yohanes juga mengatakan : Yohanes 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak (Yesus), ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

Pengikut-pengikut Yesus telah berjalan dalam "Janji yang Baru" dan yakin bahwa darah Yesus telah menebus segala dosa mereka. Mereka tidak hidup dibawah "Janji Lama" yang dibuat Allah dengan orang-orang Israel di Gunung Sinai. Di dalam hidup di bawah ―Janji Baru" ini, para pengikut Yesus tetap memiliki hukum yang mengatur. Isinya tetap berhubungan dengan apa yang tertulis dalam PL, tetapi tentunya dalam konteks yang baru, yaitu yang telah digenapi di dalam Yesus Kristus. Jadi, jelas ada kesinambungan, penyingkapan dan pembaharuan dari kedua "janji" tersebut – yang baru dan yang lama. Dengan demikian jelas bahwa Kitab Suci bermanfaat untuk dipelajari, untuk mengetahui darimana kita berasal dan kemana kita akan pergi.

Catatan :
Tidakkah Al Qur'an terang-terangan memposisikan Yesus sebagai legislatif, pembuat undang-undang Ilahi? Sebab siapakah Dia yang boleh menjungkir-balikkan Hukum Allah, "yang haram menjadi halal" (Reff. Sura 3:49-50). Dan karena Islam menolak konsep penebusan dosa dengan darah, maka bagaimanakah teologi Islam harus memberi jawaban terhadap kontradiksi sifat-sifat Allah yang Mahakasih (yang mengampuni setiap dosa umat-Nya) dan sekaligus Mahaadil (yang menghukum dosa, dan tidak bisa mengampuni saja tanpa ada harga yang dibayar, karena setiap dosa harus dihukum demi keadilan-Nya). Hanya konsep substitusilah (penebusan oleh korban pengganti) yang dapat menjembatani ketegangan antara Keadilan dan Kasih Allah).

Jumat, 30 Desember 2005

87) Mengapa dinamakan Tanah Darah?

87) Apakah "tanah darah" yang dibeli Yudas dinamakan demikian karena para imam-imam membelinya dengan uang darah (Matius 27:8) atau karena kematian yang berdarah dari Yudas? (Kisah 1:19)

JAWAB : (Kategori : Salah memahami tulisan)

Kisah 1:16-19
1:16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.
1:17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."
1:18 -- Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
1:19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah --.

Matius 27:3-8
27:3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,
27:4 dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"
27:5 Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.
27:6 Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: "Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah."
27:7 Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing.
27:8 Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah.

Anda mempertanyakan mengapa tanah tempat Yudas mati dan dikubur dinamakan Tanah Darah?

Matius 27:8 mengatakan alasannya karena tanah itu dibeli dengan uang darah, sedangkan menurut Anda dalam Kisah 1:19 menyebutkan bahwa tanah tersebut dinamakan demikian karena darah Yudas tertumpah dalam kematiannya. Lihatlah bahwa kedua ayat di atas sama-sama setuju bahwa tanah itu dibeli dengan uang darah. Pada permulaan ayatnya, Kisah 1:18-19 mengatakan "Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya". Jadi, asumsinya tanah itu dibeli dengan uang darah, kemudian ditambahkan kesan oleh penulis atas apa yang telah terjadi terhadap Yudas yang menemui kematiannya di atas tanah itu.

Rabu, 28 Desember 2005

86) Yudas Mati Gantung Diri atau Jatuh Tertelungkup dan perutnya Terbelah?

86) Apakah Yudas mati dengan cara gantung diri (Matius 27:5) atau jatuh tertelungkup dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah keluar ? (Kisah 1:18)

JAWAB : (Kategori : ayat diartikan sempit)

Matius 27:5 Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

Kisah 1:18 Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. Kontradiksi "semu" ini berkaitan dengan kenyataan bahwa dalam kitabnya Matius menyebutkan Yudas gantung diri, sedangkan dalam Kisah 1:18, Lukas menyatakan bahwa Yudas mati dengan cara jatuh tertelungkup hingga semua isi perutnya tumpah keluar. Kendati demikian, kedua penyataan ini sama-sama benar.

Matius 27:1-10 menyatakan dalam fakta lurus bahwa Yudas mati menggantung diri. Disisi lain, Lukas dalam tulisannya pada Kisah 1:18-19 memperkaya kesan kepada para pembacanya dengan lanjutan ceritanya, karena sesungguhnya semua orang pada saat itu sudah tahu dan tidak menyangkal bahwa Yudas mati gantung diri. Menurut cerita tradisi, Yudas menggantung diri di tepi tebing yang curam, di atas Lembah Hinom. Tetapi tali yang menggantungnya akhirnya putus dan Yudas pun jatuh ke bawah seperti yang digambarkan Lukas, Yudas jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar

Minggu, 18 Desember 2005

85) Yudas Beli sebidang tanah dengan Uang Pengkhianatan atau ia lemparkan uang ke dalam Bait Allah?

85) Apakah Yudas membeli sebidang tanah dengan uang kotor hasil pengkhianatannya terhadap Yesus (Kisah 1:18 ) atau ia melemparkan uang tersebut ke dalam Bait Allah? (Matius 27:5)

JAWAB : (Kategori : Salah memahami maksud penulis)

Kisah 1:18 -- Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.

Matius 27:5 Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

Pertentangan semu di atas menanyakan "Apa yang dilakukan oleh Yudas dengan hasil uang mengkhianati Yesus?"

Kisah 1:18 meyatakan bahwa Yudas membeli sebidang tanah, sedangkan Matius 27:5 dikatakan bahwa uang itu dilempar ke dalam Bait Allah yang kemudian digunakan oleh para imam-imam untuk membeli sebidang tanah. Tetapi dengan sedikit penyidikan, ternyata kalimat dalam ayat yang satu merupakan ringkasan dari kalimat dari ayat lainnya.

Matius 27:1-10 menggambarkan secara detail peristiwa yang terjadi pada pengkhianatan Yudas terhadap Yesus, serta keabsahannya sebagai bagian dari penggenapan Kitab Suci. Khususnya, Matius mengutip kitab Zakharia 11:12-13 yang dianggap sebagai penjelasan dari nubuatan yang terdapat dalam Kitab Yeremia 19:1-13 dan Yeremia 32:6-9.

Sedangkan dalam Kisah 1:18-19, Lukas menggambarkan kesimpulan ringkas yang telah diketahui oleh orang banyak, sebagai penjelasan dari ucapan Petrus di kalangan orang-orang percaya. Ilustrasi keadaan ini dapat dilihat pada ayat 19 yang mengatakan "Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem."

Amat mungkin bahwa Kitab Injil telah beredar di antara orang-orang percaya pada saat Lukas menulis. Dengan demikian Lukas tidak perlu menjelaskan panjang lebar mengenai fakta-fakta kematian Yudas.

Senin, 05 Desember 2005

84) Apakah suara itu memberitahukan Paulus apa yang harus dikerjakannya, ketika ia masih berbaring di tanah ataukah ia diperintahkan pergi?

84) Apakah suara itu memberitahukan Paulus apa yang harus dikerjakannya, ketika ia masih berbaring di tanah (Kisah 26:16-18), ataukah ia diperintahkan untuk pergi ke Damaskus untuk mengetahui apa yang harus ia kerjakan? (Kisah 9:7, 22:10)

JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks historis)

26:16 Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti.
26:17 Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka,
26:18 untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan. (Kisah 26:16-18)

Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun. (Kisah 9:7)

22:10 Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.
22:11 Dan karena aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. (Kisah 22:10-11)

Seperti yang kita baca dengan jelas pada Kisal pasal 9 dan pasal 22, Paulus memang diberitahukan tugas-tugasnya di Damaskus. Tapi dalam Kisah pasal 26, konteksnya berbeda. Pada bagian ini, tampak bahwa Paulus tidak mempermasalahkan kronologis dan urutan tempat kejadian, karena ia berbicara kepada orang-orang yang telah mendengar ceritanya. Dalam Kisah 9:1-31, Lukas, penulis kitab Kisah Para Rasul menceritakan tentang pertobatan Paulus.