Selasa, 05 Agustus 2003

19) Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus ?

19) Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus ?
a. Salam Rabi (Matius 26: 49).
b. Rabi (Markus 14: 45),
c. Yudas tidak mengucapkan apa-apa atau diam (Lukas 22:47).

JAWAB : (Kategori: salah memahami isi cerita atau maksud penulis)

"Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: 'Salam Rabi (Yunani: khaire rhabbi),' lalu mencium Dia." (Matius 26:49)

"Dan ketika ia sampai di situ ia segera maju mendapatkan Yesus dan berkata: 'Rabi (rhabbi rhabbi),' lalu mencium Dia." (Markus 14:45)

"Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya." (Lukas 22:47)

Ketiga ayat ini sama sekali tidak bertentangan karena ketiga-tiganya menceritakan bahwa Yudas Iskariot pergi kepada Yesus Kristus dan mencium-Nya. Lukas 22:47 tidak menulis bahwa Yudas tidak mengucapkan apa-apa karena yang mendengar perkataan Yudas saat itu tentulah Yesus Kristus.

Suatu peristiwa yang diceritakan oleh tiga penulis, jika cerita itu persis sama, tentu tidak diperlukan tiga tulisan berbeda. Berbeda tidak harus berarti bertentangan, masing-masing penulis memiliki tujuan tersendiri dalam mengungkapkan isi tulisannya.

Rabu, 23 Juli 2003

18) Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus ?

18) Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus ?
a. Ada 2 orang (Matius 8:28)
b. Hanya 1 orang saja (Markus 5: 1-2).

JAWAB: (Kategori: salah memahami isi cerita atau maksud penulis)

Dua orang (Matius 8:28) - "Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu."

Satu orang (Markus 5:1-2) - "Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia."

Satu orang (Lukas 8:26-27) - "Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea. Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi dalam pekuburan."

Kontradiksi hanya terjadi jika suatu pernyataan mengakibatkan pernyataan lain yang terkait menjadi mustahil. Jika Markus atau Lukas mengatakan bahwa hanya ada satu orang yang kerasukan setan yang menemui Yesus sementara Matius mengatakan bahwa ada dua yang datang, maka terjadilah kontradiksi. Tetapi, jika memang terdapat dua orang kerasukan setan, maka berarti paling tidak memang ada satu orang untuk diceritakan. Karenanya, tidak ada kontradiksi di sini.

Faktanya sederhana saja yaitu Matius menyebutkan kedua-duanya sementara Markus dan Lukas hanya menyebutkan salah satu dari mereka. Mungkin sekali waktu itu memang ada 2 orang yang kerasukan setan, tetapi yang satu lebih parah keadaannya yaitu seorang yang dirasuki oleh "legion" (pasukan setan) sehingga Markus dan Lukas hanya menyoroti yang satu itu.

Selasa, 08 Juli 2003

17) Di mana Yesus menemui orang kerasukan setan ?

17) Di mana Yesus menemui orang kerasukan setan ?
a. Di Gadara (Matius 8:28)
b. Di Gerasa (Markus 5:1-2).

JAWAB : (Kategori : salah memahami makna kata dalam bahasa asli)

Matius 8:28,
Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.
Markus 5:1-2
Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.

Apa perbedaan Gadara dan Gerasa?
Gerasa adalah sebuah kota,
Gadara adalah sebuah propinsi.

Maka, Gerasa terdapat di Propinsi Gadara. Jadi, keduanya benar.

Sabtu, 28 Juni 2003

16) Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?

16) Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?
a. Dua orang buta (Matius 20:29-30).
b. Hanya satu orang buta saja (Markus 10:46).

JAWAB : Kategori : salah mengaitkan cerita yang satu dengan yang lainnya)

Matius 20:29-30
"Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Ada dua orang buta (duo tuphloi) yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: 'Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!'"

Markus 10:46,
"Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan."

Naskah Yunani TR: kai erkhontai eis hierikhô kai ekporeuomenou autou apo hierikhô kai tôn mathêtôn autou kai okhlou hikanou huios timaiou bartimaios ho tuphlos ekathêto para tên hodon prosaitôn.

Masih ada satu ayat lagi:
Lukas 18:35,
"Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta (tuphlos tis) yang duduk di pinggir jalan dan mengemis."

Kisah di atas mencakup dua lokasi dan dua peristiwa berbeda karena ada dua kota Yerikho, yang pertama adalah kota tua Yerikho dan yang satu lagi adalah kota Yerikho yang dibangun oleh raja Herodes. Dua orang buta dalam Matius dijumpai oleh Yesus Kristus saat Dia keluar dari kota tua Yerikho dan saat Dia mendekati kota Yerikho yang satu lagi -- Lukas menulis eggizein dari eggizô, artinya menghampiri, meraih, menjangkau, saat itulah Yesus Kristus menyembuhkan seorang lagi yang bernama Bartimeus.

Yerikho adalah sebuah kota di lembah Yordan. Kira-kira 12 kilometer sebelah utara laut Mati. Kota Yerikho dari PL yang disebut kota tua Yerikho ditempatkan pada bukit puing-puing Tell Es-Sultan. Herodes Agung membangun sebuah Yerikho baru sebagai tempat tinggalnya di musim dingin (sekarang Tulul Abu El-'alayik) di sebelah barat-daya kota yang tua, pada tempat keluarnya wadi Kilt.

Tidak ada kontradiksi. Matius 20:29-30 menjelaskan masalah ini; begitu Yesus meninggalkan Yerikho memang ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan. Jika memang ada dua, maka paling tidak memang ada satu yang bisa diceritakan. Satu yang paling difokuskan oleh dua ayat lainnya adalah yang bernama Bartimeus. Keduanya berteriak (Matius 20:29-30). Tetapi, Markus dan Lukas hanya berfokus pada si Bartimeus, mungkin karena dialah yang berteriak paling kuat dan paling bertekad kuat untuk disembuhkan, tekad ini sangat penting diperhatikan karena Allah mau supaya kita gigih menyampaikan kebutuhan kita kepada-Nya.

Jumat, 06 Juni 2003

15) Kesaksian Yesus tentang dirinya, benar atau tidak benar?

15) Kesaksian Yesus tentang dirinya, benar atau tidak benar?
a. Tidak benar (Yohanes 5: 31).

b. Benar (Yohanes 8:14).


JAWAB : (Kategori :
salah memahami konteks historis )

Yohanes 5:31-32

Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.


Versus :


Yohanes 8:14-19

8:14 Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku i
tu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.
Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.
8:15 Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorang pun,

8:16 dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku.

8:17 Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah;

8:18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku."

8:19 Maka kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Bapa-Mu?" Jawab Yesus: "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku.


Dalam Yohanes 5:31 Yesus menjawab tuduhan para lawan-Nya yang menuntut, "Bukti apakah yang dapat Engkau ajukan, bahwa pernyataan-Mu benar?" Yesus mengemukakan prinsip-prinsip universal, yaitu bahwa bukti yang dikemukakan hanya oleh satu orang dan tak didukung oleh apa-apa yang lain tidak dapat dianggap sebagai bukti yang benar. Jadi harus ada paling sedikit dua saksi.


Bandingkan dengan ayat berikut ini:

HUKUM DWIGANDA SAKSI:

"Atas keterangan dua atau tiga orang saksi haruslah mati dibunuh orang yang dihukum mati; atas keterangan satu orang saksi saja janganlah ia dihukum mati." (Ulangan 17:6)


"Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apapun atau dosa apapun yang mungkin dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan." (Ulangan 19:15)


Paulus pernah pula mengemukakan hal ini dalam ayat di bawah ini: 2 Korintus 13:1

"Ini adalah untuk ketiga kalinya aku datang k
epada kamu: Baru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah."


Yesus pun mengatakan bahwa jika orang Kristen mengajukan tuduhan terhadap sesamanya, ia harus membawa beberapa orang saksi.

"Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan." (Matius 18:16)


Jawaban Yesus terhadap lawan-Nya sepenuhnya mengikuti hukum Yahudi yang berkenaan dengan penguatan bukti atas tuduhan. Jadi Yesus pun setuju bahwa kesaksian yang dibuat-Nya tentang diri-Nya sendiri tidak perlu dibenarkan. Yesus menceritakan pekerjaan-Nya itu bukan untuk menonjolkan diri-Nya sendiri melainkan untuk menonjolkan kuasa Allah yang bekerja di dalam dan melalui diri-Nya. Saksi agung Yesus adalah Allah sendiri.


Berbeda - bukan bertentangan - dengan Yohanes 8:14
, Yesus menjawab jawaban Dia sendiri adalah cukup.
Dia menyadari benar kuasa-Nya sendiri, sehingga tidak perlu ada saksi lain. Dan sebenarnya Yesus memiliki saksi, saksi yang justru dipermasalahkan oleh orang-orang Farisi : " Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku" (Yohanes 8:18). Bukankah Sang Bapa sendiri telah bersaksi tentang Anak-Nya dengan suara lantang dari langit sesaat setelah Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, : "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan" (Lukas 3:22).


Bahwa Yesus menjawab mereka, "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar". Ini dikatakan karena Dia tidak berbohong. Dia adalah Mesias yang tidak berdosa yang datang dari Allah. Dengan demikian semua perkataan-Nya adalah benar dan dapat dipercaya sepenuhnya.


Kesaksian Yesus tentang diri-Nya ini bukanlah kebanggaan yang timbul dari kepercayaan atas diri sendiri. Suatu ilustrasi yang dapat membantu misalnya seorang ahli bedah yang pintar yakin atas ketetapannya sendiri; dia tidak membutuhkan orang lain untuk mendukung dia, saksinya adalah ketrampilannya sendiri. Seorang ahli hukum atau hakim yang besar yakin atas interpretasi dan penerapan hukum, bukan karena dia bangga akan pengetahuannya, tetapi disebabkan oleh dia tahu bahwa dia tahu. Demikian pula halnya dengan Yesus, Dia tidak membutuhkan kuasa lain untuk mendukung tuntutan-Nya kecuali hubungan-Nya dengan Allah.


Yesus berkata dalam kenyataan sesungguhnya bahwa Dia telah mempunyai saksi kedua, dan saksi kedua itu adalah Allah yang Ia sebut Bapa
. Allah memberi kesaksian atas otoritas yang tertinggi dari Yesus dapat dilihat dalam berbagai hal di bawah ini:

1. Kesaksian Allah ada dalam kata-kata Yesus.
Tidak ada seorang pun dapat berkata-kata dengan hikmat kecuali Allah memberikannya pengetahuan.

2. Kesaksian Allah adalah perbuatan-perbuatan Yesus.
Tidak ada seorang pun dapat berbuat perkara-perkara yang demikian, kecuali Allah bertindak melalui dia.

3. Kesaksian Allah ada di dalam akibat tindakan Yesus pada manusia. Dia mengerjakan perubahan dalam diri manusia yang jelas tidak mungkin dapat dikerjakan oleh kuasa manusia.

4. Kesaksian Allah nampak dalam reaksi orang terhadap Yesus.

Jadi Yohanes 5:31 dapat diilustrasikan dengan kesaksian di pengadilan yang memerlukan saksi lain, sedangkan Yohanes 8:14 dapat diilustrasikan dengan kesaksian seorang dokter mengobati pasiennya, tanpa perlu didukung oleh saksi lain, dia dapat mengobati dengan keahliannya.

Jumat, 30 Mei 2003

14) Bolehkah membawa tongkat dan kasut dalam perjalanan ?

14) Bolehkah membawa tongkat dan kasut dalam perjalanan ?
a. Ya, boleh ! (Markus 6: 7-9).

b. Tidak, tidak boleh!! (Matius 10: 9-10, Lukas 9:1-3).


JAWAB :
(Kategori : salah memahami makna kata dalam bahasa asli)

Markus 6:8,

"dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,
boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju"

Matius 10:9-10,

"Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya."


Lukas 9:3,

"kata-Nya kepada mereka: 'Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju."


Tidak ditemukan adanya varian tekstual dalam manuskrip-manuskrip Yunaninya yang mungkin bisa mengakibatkan perbedaan ini. Kata "membawa" dalam Markus 6:8 dan Lukas 9:3 adalah "airo". Dalam Matius 10:9,
asal kata "membawa" adalah "ktaomai".

Markus mencatat bahwa Yesus mengizinkan para murid untuk membawa tongkat sedangkan Matius dan Lukas mengatakan Dia melarangnya. Ini menyebabkan golongan errantis (golongan yang mengatakan Alkitab mengandung kesalahan) berkata, "Saya tidak tahu caranya untuk mengharmoniskan ketidaksesuaian ini. Kesimpulan yang wajar saya pikir ialah bahwa laporan-laporan itu tidak sesuai dan sedikitnya satu dari Injil itu keliru."


Menyatukan laporan-laporan itu, Yesus mengizinkan para murid membawa tongkat yang sudah mereka punyai (Markus). Tetapi mereka jangan mengambil tongkat kalau mereka tidak mempunyainya atau bisa berjalan baik tanpa tongkat (Lukas). Yang ditekankan ialah jangan membeli atau mencari tongkat (Matius memakai kata kerja ktêsêsthe dari ktaomai memiliki, menyediakan; berlainan dengan Markus dan Lukas, airôsin dari kata airô artinya mendapatkan). Ide pokoknya dari perintah Yesus sudah jelas: jangan menyediakan apa-apa untuk misi ini.


Jadi Matius mengklarifikasikan perintah ini dengan menuliskan bahwa para murid diperintahkan untuk tidak membawa apa pun lagi selain apa yang sudah mereka miliki. Bagaimanapun, tiap ayat menyatakan agar para murid pergi sebagaimana mereka adanya, tanpa membawa perbekalan apa pun. Hanya bersandar kepada Allah.

Selasa, 20 Mei 2003

13) Ketika Yesus bertemu Yairus, apakah anak perempuan Yairus sudah mati?

13) Ketika Yesus bertemu Yairus, apakah anak perempuan Yairus sudah mati?
a. Ya! Sudah mati! (Matius 9:18)
b. Belum mati! Masih sakit dan hampir! (Markus 5: 23).

JAWAB : (Kategori : salah memahami makna kata dalam bahasa asli)
Matius 9:18, "Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal (Yunani: arti eteleutêsen), tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup."

Markus 5:23,
"dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati (eskhathôs ekhei), datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."

Kedua ayat di atas tidak bertentangan hanya kurang tepat penerjemahannya. Ungkapan Yunani arti eteleutêsan (Matius), eskhathôs ekhei (Markus) dan apethnêsken (Lukas 8:42) adalah ungkapan bahwa kematian itu sudah di ambang pintu.

Kata saja dari kata Yunani arti (dalam Matius) menandakan waktu yang akan datang (kemudian) dan dekat dengan saat berbicara, berbeda dengan kata êdê, waktu sekarang yang subyektif (anggapan atau pengharapan) dan dengan kata nun-nun yang benar-benar merupakan titik definitif saat ini.

Perhatikan juga ayat-ayat berikut:
Galatia 4:20, "Betapa rinduku untuk berada di antara kamu pada saat ini (arti) dan dapat berbicara dengan suara yang lain, karena aku telah habis akal menghadapi kamu."

1 Petrus 1:6,"Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang (arti) ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan."

Wahyu 12:10, "Dan aku mendengar suara yang nyaring di surga berkata: ’Sekarang (arti) telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.'"

Kata arti dalam tiga contoh ayat di atas jelas tidak dapat diterjemahkan dengan baru saja dan dapat menjelaskan makna kata Yunani itu. Kemudian kata eteleutêsan dari kata teleutaô memang secara literal bermakna mati namun secara kontekstual belum tentu mati, misalnya: "Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya." (Ibrani 11:22)

Salinan naskah Yunani untuk kalimat pertama, 'pistei {iman} iôsêph {Yusuf} teleutôn {mati} peri {tentang} tês exodou {keluar} tôn huiôn {anak-anak} israêl {Israel} emnêmoneusen {memberitakan}'.

Jelas Yusuf belum mati saat menyampaikan berita itu, kata menjelang tidak ada dalam naskah Yunani namun orang Yunani yang membaca ayat ini tahu bahwa secara konseptual makna teleutôn itu adalah menjelang kematian.

Lukas, sang tabib, lebih luwes menggunakan kata teleutaô itu karena dalam Lukas 7:2 ia menulis êmellen teleutan, akan mati (LAI hampir mati) sedangkan Matius menggunakan kata teleutaô dengan arti eteleutêsan yang membingungkan pembaca non-Yunani tetapi tidak bagi orang Yunani.

Akhirnya, barangkali kita pernah mendengar cetusan perkataan seperti ini, "Matilah aku kali ini!" yang disampaikan oleh mereka yang stress. Apakah orang itu benar-benar mati? Jadi, tidak ada yang kontradiksi.

Senin, 05 Mei 2003

12) Dalam Lukas 3:23 teks kuno (antara lain: KJV & DRB) TIDAK TERDAPAT kalimat "menurut anggapan orang"!

12) Dalam Lukas 3:23 teks kuno (antara lain: KJV & DRB) TIDAK TERDAPAT kalimat "menurut anggapan orang"! Ini berbeda dengan Lukas 3:23 dalam Alkitab LAI TB.

JAWAB : (Kategori: salah dalam penggunaan naskah acuan)

Lukas 3:23
LAI TB, Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,

KS-ILT, Dan YESUS sendiri berumur kira-kira tiga puluh tahun ketika memulai kehadiran-Nya. Dia dianggap sebagai anak Yusuf, anak Eli,

KJV, And Jesus himself began to be about thirty years of age, being (as was supposed) the son of Joseph, which was the son of Heli,

DRB, And Jesus himself was beginning about the age of thirty years: being (as it was supposed) the son of Joseph, who was of Heli, who was of Mathat,

Naskah Yunani Textus Receptus (TR), και αυτος ην ο ιησους ωσει ετων τριακοντα αρχομενος ων ως ενομιζετο υιος ιωσηφ του ηλι
TR Transliterasi, kai autos ên ho iêsous hôsei etôn triakonta archomenos hôn hôs enomizeto huios iôsêph tou êli

Baik naskah DRB maupun KJV dan naskah lainnya seperti dikutip di atas semuanya memuat ungkapan 'ως ενομιζετο - HÔS ENOMIZETO', "seperti anggapan orang".

Minggu, 20 April 2003

11) Yesus anak Yusuf, berarti darah daging Yusuf?

11) Yesus anak Yusuf, berarti darah daging Yusuf?

LUKAS 3:23-38 VS MATIUS 1:18.
Dalam Lukas, silsilah Yesus TERTULIS: "Yesus adalah anak Yusuf,...(berarti darah daging Yusuf)", TETAPI dalam Matius: "Maria mengandung Yesus sebelum bersetubuh dengan Yusuf (berarti Yesus bukan darah daging Yusuf)". (bertentangan prinsip).

JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat)

Yesus Kristus adalah anak Yusuf secara legal (Matius 1:16, Lukas 3:23), bahkan secara legal pula sebagai anak Daud, anak Abraham (Matius 1:1). Di samping itu Yesus Kristus adalah anak Maria secara biologis yang melahirkan-Nya (Matius 1:16, 21, 25; Lukas 2:7) dan berasal dari Roh Kudus berdasarkan Alkitab.

Matius 1:18,
"Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri."

Alkitab dengan tegas menulis bahwa Yesus Kristus dikandung dari Roh Kudus berdasarkan ayat di atas, demikian pula sebagaimana ditulis di dalam ayat 20 dan Lukas 1:35.

Jadi, Yesus bukan darah daging atau anak kandung Yusuf, karena Yesus adalah anak Maria secara biologis tanpa melibatkan hubungan suami-istri.

Kamis, 10 April 2003

10) Siapakah anak Daud yang menurunkan Yesus ?

10) Siapakah anak Daud yang menurunkan Yesus ?
a. Salomo (Matius 1:6).
b. Natan (Lukas 3:31).

JAWAB : (Kategori: salah memahami konteks historis)

Lihat tanggapan sebelumnya bahwa Yusuf, ayah angkat Yesus berasal dari keturunan Salomo, sedangkan Maria, ibu Yesus Kristus berasal dari Natan. Baik Yusuf maupun Maria berasal dari keturunan Daud. Yesus disebut anak Yusuf menurut Hukum Yahudi, sebab Yusuf adalah "ayah" Yesus karena perkawinannya dengan Maria. Yusuf mengadopsi Yesus sebagai anaknya sendiri sehingga memberi-Nya hak secara hukum meneruskan nama bapak-Nya.

"Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus." (Matius 1:16)

Secara hukum Yahudi -- bukan secara darah-daging -- Yusuf adalah ayah dari Yesus Kristus. Ayat di atas pun tidak menulis bahwa Yusuf "memperanakkan" Yesus, tetapi menekankan bahwa Maria yang melahirkan Yesus Kristus.

Jadi, jika dilihat dari garis keturunan Maria, anak Daud yang menurunkan Yesus adalah Natan, dan jika dilihat dari garis keturunan Yusuf, maka anak Daud yang menurunkan Yesus adalah Salomo. Keduanya benar, tidak ada yang kontradiksi.